JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Nyemplung Sawah, Mahasiswa KKN UNS Bergerak Ikut Gropyokan Tikus di Malangan Bulu Sukoharjo

Gerombolan tikus di Desa Malangan Bulu Sukoharjo.

Gropyokan tikus
Gerombolan tikus di Desa Malangan Bulu Sukoharjo.

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Sedikitnya 10 mahasiswa KKN UNS Surakarta beserta masyarakat, PPL dan Koramil 03 Bulu membantu petani dalam rangka ketahanan pangan di persawahan wilayah Desa Malangan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Mereka melaksanakan gropyokan tikus.

Selain mendengarkan keluhan masyarakat, kegiatan gropyokan tikus ini merupakan pengalaman baru bagi mahasiswa KKN dari UNS. Bersama dengan TNI dari Koramil 03 Bulu, para anggota kelompok tani setempat, PPL Supriyanto, Babinsa Malangan dan Bulu, warga sekitar 30 orang serta bapak penyuluh pertanian Rudi, bersama-sama menyisir areal persawahan tersebut. Hanya dalam waktu singkat sudah terkumpul 55 ekor tikus.

Baca Juga :  Wajib Tahu Lur ini Sebaran Kasus Aktif dan Kematian Gegara COVID-19 di Sukoharjo, Warga yang Meninggal yang Meninggal Ternyata Bertambah 3 Orang

Supriyanto, Jumat (2/8/2019), mengatakan, hingga saat ini metode gropyokan tikus masih efektif untuk mengatasi gagal tumbuh dan gagal panen padi. Tikus bisa dengan cepat menyerang sawah-sawah yang baru saja dilakukan penanaman.

LJika kondisi ini dibiarkan maka dalam waktu singkat tanaman padi muda akan rusak dan sulit untuk bisa dipertahankan hidup lebih lama,” terang dia

Baca Juga :  Mengingatkan Slur Jumlah Kasus Aktif COVID-19 di Sukoharjo Masih di Angka Segini Loh, Tetap Jangan Kendor Prokesnya Yah

Gropyokan tikus, tutur dia, jika dilaksanakan secara intensif maka akan sangat efektif. Hasilnya cukup memuaskan karena biasanya bisa ditangkap ratusan ekor tikus sekali gropyokan. Tikus secara endemik merupakan hama padi paling potensial, menyerang tanaman padi saat musim tanam dan merusak hasil padi saat menjelang panen. Hal ini tentu saja sangat merugikan para petani. Aria