loading...
Loading...
Gerombolan tikus di Desa Malangan Bulu Sukoharjo.

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM-Sedikitnya 10 mahasiswa KKN UNS Surakarta beserta masyarakat, PPL dan Koramil 03 Bulu membantu petani dalam rangka ketahanan pangan di persawahan wilayah Desa Malangan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Mereka melaksanakan gropyokan tikus.

Selain mendengarkan keluhan masyarakat, kegiatan gropyokan tikus ini merupakan pengalaman baru bagi mahasiswa KKN dari UNS. Bersama dengan TNI dari Koramil 03 Bulu, para anggota kelompok tani setempat, PPL Supriyanto, Babinsa Malangan dan Bulu, warga sekitar 30 orang serta bapak penyuluh pertanian Rudi, bersama-sama menyisir areal persawahan tersebut. Hanya dalam waktu singkat sudah terkumpul 55 ekor tikus.

Baca Juga :  Parah, 9 Siswa-Siswi SMP Ditangkap Saat Asyik Pesta Miras di Waduk Lalung Karanganyar. Saat Diamankan Dalam Kondisi Begini.. 

Supriyanto, Jumat (2/8/2019), mengatakan, hingga saat ini metode gropyokan tikus masih efektif untuk mengatasi gagal tumbuh dan gagal panen padi. Tikus bisa dengan cepat menyerang sawah-sawah yang baru saja dilakukan penanaman.

Baca Juga :  Densus 88 Kembali Obok obok Sukoharjo. Kali Ini Geledah 2 Rumah di Cemani Grogol

LJika kondisi ini dibiarkan maka dalam waktu singkat tanaman padi muda akan rusak dan sulit untuk bisa dipertahankan hidup lebih lama,” terang dia

Gropyokan tikus, tutur dia, jika dilaksanakan secara intensif maka akan sangat efektif. Hasilnya cukup memuaskan karena biasanya bisa ditangkap ratusan ekor tikus sekali gropyokan. Tikus secara endemik merupakan hama padi paling potensial, menyerang tanaman padi saat musim tanam dan merusak hasil padi saat menjelang panen. Hal ini tentu saja sangat merugikan para petani. Aria

Loading...