JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pemkab Sragen Terbitkan Edaran Imbau Daging Kurban Tak Dibungkus Plastik. Ini Alasan dan Bahayanya! 

Pejabat kementerian dalam negeri asal Gading, Tanon, Sragen, Sumiyati bersama suami saat menyerahkan simbolik bantuan kurban sapi untuk masjid di tanah kelahirannya. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20170901 WA0017
Ilustrasi sapi untuk kurban. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Sragen mengeluarkan Surat Edaran tentang imbauan untuk tidak menggunakan bungkus/kantong plastik sekali pakai untuk pembagian daging qurban Hari Raya Idhul Adha 1440 M.  Surat edaran yang ditandantangani Sekda Tatag Prabawanto pada 25 Juli 2019 itu mengimbau masyarakat khususnya panitia qurban agar lebih menggunakan bungkus yang ramah lingkungan.

Dalam SE tersebut, Plt Bupati sragen Tatag Prabawanto menguraikan imabuan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dari bahaya pencemaran bahaya plastik.

“Dengan beralihnya dari bungkus plastik ke besek bambu atau daun diharapkan mengurangi sampah plastik, dan menggeliatkan ekonomi kerakyatan. Apalagi plastik kan dibuat dengan bahan kimia yang tentu juga ada efek bagi kesehatan sekalipun dampaknya mungkin baru dirasakan jangka panjang. Makanya biar lebih sehat dan tidak mencemari lingkungan, alangkah baiknya gunakan bungkus alamiah daun atau besek,” paparnya Jumat (2/8/2019).

Baca Juga :  Berikut Daftar 24 Warga Sragen Positif dan 2 Meninggal Dunia Hari Ini. Kecamatan Miri, Gemolong dan Kalijambe Meledak!

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Sragen,Nugroho Eko Prabowo menjelaskan SE tersebut tindak lanjut anjuran dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk mengurangi sampah plastik.

Ia menyebut Indonesia salah satu negara terbesar pengguna bungkus plastik sekali pakai dan menimbulkan sampah plastik yang cukup tinggi. Sebagai gantinya Nugroho menyarankan masyarakat membawa bungkus plastik sendiri yang ramah lingkungan dan besek bambu yang lebih ramah.

Baca Juga :  Heboh, Muncul di Malam Jumat, Video Serem Motor Putih Mendadak Jalan dan Parkir Sendiri. Tulisannya di Parkiran RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Ini Fakta Sebenarnya!

“Ini anjuran Kementrian LH. Kita kan termasuk negara pengguan plastik terbesar setelah China. Makanya kita dorong masyarakat agar sadar menggunakan bungkus yang lebih ramah. Kalau ada besek lebih bagus. Sampah plastik di sragen kan juga terus meningkat,” beber Nugroho.

Terpisah Sekretaris MUI Sragen Muh Fadlan mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi sampah plastik. Pihaknya meminta masyarakat untuk menyediakan bungkus daging kurban yang alternatif dan praktis.

“MUI Melihat, sampah plastik ini sangat gawat, tapi  masyarakat itu cuma cari praktisnya saja. Imbauan ini lebih baik, kita dukung pakai bungkus alternatif dan praktis. Wardoyo