JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tim ESDM Jateng Tinjau Lokasi Semburan Api Dari Lubang Sumur di Tanon Sragen. Pastikan Semburan Tidak Berbahaya, Begini Hasil Analisanya! 

Tim Dinas ESDM Provinsi Jateng dan DLH Sragen bersama Muspika saat mengecek lokasi semburan api di lubang sumur di Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Senin (19/8/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Dinas ESDM Provinsi Jateng dan DLH Sragen bersama Muspika saat mengecek lokasi semburan api di lubang sumur di Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Senin (19/8/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah memastikan semburan api yang muncul di lubang bekas sumur di tegalan warga Bonagung, Tanon, Senin (19/8/2019) berasal dari gas alam. Namun fenomena semburan itu dipastikan tidak berbahaya dan dipastikan akan habis dalam beberapa hari ke depan.

Hal itu terungkap ketika tim ESDM melakukan pengecekan ke lokasi semburan, sore tadi. Tim berjumlah dua orang itu tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.

Tim didampingi Kabid Pengendalian LH Dinas Lingkungan Hidup Sragen, Ichwan Yulianto, Kapolsek dan Camat Tanon.

Tim sempat melakukan pemeriksaan terhadap fenomena semburan api yang muncul sejak Minggu (18/8/2019) malam tersebut.

Baca Juga :  Peduli Penanganan Covid-19 Sragen, PLN Surakarta Gelontor 12 Wastafel Portabel. Bupati Berharap Bisa Bermanfaat Untuk Masyarakat

Petugas Cabang Dinas ESDM Provinsi, Puguh Dwi Hartanto mengatakan

dari analisanya, semburan api tersebut berasal dari gas alam. Semburan tersebut dipastikan tidak berbahaya, dan diyakini akan habis dalam waktu dekat.

“Tadi kita melakukan pengecekan langsung ke lokasi ditemukannya semburan api. Kondisi semburan gas sudah terbakar, sehingga kita hanya melakukan pengecekan secara visual. Tapi itu fenomena yang sudah terjadi di beberapa daerah,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (19/8/2019) ditemui di lokasi.

Puguh menguraikan berdasarkan kedalaman sumur bor tempat keluarnya api yang hanya berkisar 50 meteran, disimpulkan bahwa lokasi tersebut bukan reservoir gas. Karena reservoir gas hanya ditemukan di kedalaman 200 meter lebih.

“Jadi semburan gasnya bersifat lokal, sehingga diperkirakan akan habis dengan sendirinya dalam waktu dekat. Bisa jadi dua hari habis. Tapi kita tidak bisa memastikan kapan waktunya,” terangnya.

Baca Juga :  Diisolasi 22 Hari, Kuli Panggul Positif Covid-19 Berusia 59 Tahun Asal Tanon Sragen Kembali Berhasil Sembuh. Tinggal 9 Pasien Positif Yang Masih Dirawat, Satu Meninggal Dunia
Puguh Dwi Hartanto. Foto/Wardoyo

Semburan gas ini, lanjut Puguh, dimungkinkan karena wilayah tersebut dulunya merupakan rawa-rawa. Proses ratusan tahun membentuk gas, yang kemudian terjebak oleh beberapa lapisan sedimen.

Kumpulan gas ini kemudian bisa merembes keluar karena wilayah tersebut dibangun sumur bor.

“Insyaallah tidak membahayakan, karena fenomena ini bersifat lokal,” tukasnya.

Sementara, demi keamanan, untuk sementara lokasi semburan dipagari pakai garis polisi.

Kabid Pengendalian LH DLH Sragen, Ichwan Yulianto menambahkan pihaknya sudah langsung melaporkan kejadian itu ke ESDM Provinsi sesaat setelah menerima laporan Minggu (18/8/2019). Wardoyo