JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awasi Pembangunan, Komisi V DPR RI Turun ke Sragen. Jalur Masaran-Pungkruk dan Kemukus Jadi Perhatian 

Kompleks wisata Gunung Kemukus di Sumberlawang, Sragen. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Kompleks wisata Gunung Kemukus di Sumberlawang, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Rombongan Komisi V DPR RI mendadak menyambangi Sragen, Kamis (5/9/2019). Kedatangan mereka untuk melakukan pengawasan pembangunan dan prioritas sejumlah proyek dari dana APBN.

Kunjungan dilakukan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen. Ketua Tim Kunker DPR RI Sigit Sosiantomo menyampaikan kehadiran rombongan DPR Komisi V itu dalam rangka mendengarkan keluhan daerah sekaligus mengawasi kegiatan pembangunan yang bersumber dari APBN.

Dari pertemuan yang ditemui bupati dan jajaran dinas terkait itu, pihaknya sudah menyimpulkan kebutuhan strategis Kabupaten Sragen.

Baca Juga :  Duh Gusti, Selama Pandemi, 1.133 Istri di Sragen Berubah Jadi Janda. Angka Perceraian Meroket, Faktor Ekonomi dan Pertengkaran Tiada Henti Jadi Pemicu!

Yakni Pembangunan Exit tol selain yang sudah ada di Pungkruk yaitu di kawasan Sambungmacan. Exit tol ini diharapkan menjadi pemicu berkembangnya perekonomian kabupaten Sragen.

Anggaran untuk pembangunan jalan empat lajur dari Masaran sampai Pungkruk sudah masuk di APBN. Namun untuk diteruskan sampai jawa timur masih perlu pembahasan dengan kementerian terkait.

”Sudah masuk anggaran masuk sekitar Rp 30 miliar,” ujarnya kepada wartawan.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, pihaknya menyampaikan paparan pengembangan  Sragen. Diantaranya pembukaan exit tol Sambungmacan.

Baca Juga :  Tewaskan Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Sopir Setwan Pengemudi Mobil Dinas Fortuner Yang Kecelakaan Maut di Tol Sragen Berpotensi Jadi Tersangka. Ini Alasan Polisi!

Sedangkan yang sudah mendapat sinyal positif yakni pembangunan jalan empat lajur dari Masaran – Pungkruk.

”Jalan ini sudah lama, namun anggaran sempat dialihkan ke Pantura. Kita dorong lagi agar segera terwujud pada 2020 nanti,” terang Yuni.

Respon positif juga disampaikan terkait pengembangan wisata terintegrasi dari Sangiran, Gunung Kemukus dan WKO.  Namun Gunung kemukus punya penanganan tersendiri. Diperlukan koordinasi dengan lintas sektor. Wardoyo