loading...
Loading...
Kompleks wisata Gunung Kemukus di Sumberlawang, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Rombongan Komisi V DPR RI mendadak menyambangi Sragen, Kamis (5/9/2019). Kedatangan mereka untuk melakukan pengawasan pembangunan dan prioritas sejumlah proyek dari dana APBN.

Kunjungan dilakukan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen. Ketua Tim Kunker DPR RI Sigit Sosiantomo menyampaikan kehadiran rombongan DPR Komisi V itu dalam rangka mendengarkan keluhan daerah sekaligus mengawasi kegiatan pembangunan yang bersumber dari APBN.

Baca Juga :  Amplopan Kunker Anaknya yang Jadi DPRD Sragen, Terkumpul Setengah Miliar. Abah Syarif Sebut Uang Syubhat Alias Tak Jelas! 

Dari pertemuan yang ditemui bupati dan jajaran dinas terkait itu, pihaknya sudah menyimpulkan kebutuhan strategis Kabupaten Sragen.

Yakni Pembangunan Exit tol selain yang sudah ada di Pungkruk yaitu di kawasan Sambungmacan. Exit tol ini diharapkan menjadi pemicu berkembangnya perekonomian kabupaten Sragen.

Anggaran untuk pembangunan jalan empat lajur dari Masaran sampai Pungkruk sudah masuk di APBN. Namun untuk diteruskan sampai jawa timur masih perlu pembahasan dengan kementerian terkait.

Baca Juga :  Pengusaha Sukses dan Cantik Ini Putuskan Ikut Bertarung di Pilkades Sragen. Ini Alasannya! 

”Sudah masuk anggaran masuk sekitar Rp 30 miliar,” ujarnya kepada wartawan.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, pihaknya menyampaikan paparan pengembangan  Sragen. Diantaranya pembukaan exit tol Sambungmacan.

Sedangkan yang sudah mendapat sinyal positif yakni pembangunan jalan empat lajur dari Masaran – Pungkruk.

Baca Juga :  Jelang Coblosan, MUI Sragen Ungkap Fenomena Banyak Calon Kades Ramai-ramai Main Dukun

”Jalan ini sudah lama, namun anggaran sempat dialihkan ke Pantura. Kita dorong lagi agar segera terwujud pada 2020 nanti,” terang Yuni.

Respon positif juga disampaikan terkait pengembangan wisata terintegrasi dari Sangiran, Gunung Kemukus dan WKO.  Namun Gunung kemukus punya penanganan tersendiri. Diperlukan koordinasi dengan lintas sektor. Wardoyo

 

 

Loading...