loading...
Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat mencium Kompol Aditya Mulya Ramdani setiba dari operasi di Singapura. Foto/Humas Polda

SEMARANG, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Resiko yang cukup berat kini didalami oleh Kompol Aditya Mulya Ramdhani, mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri dan Kapolsek Pasar Kliwon, Solo tersebut.

Ayah tiga anak yang baru mendapatkan anugerah kepangkatan luar bisa dari Mabes Polri menjadi perwira menengah berpangkat Kompol itu harus mengalami cobaan dari Allah SWT.

Betapa tidak, lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 itu mengalami kerusakan otak permanen.

AKP Aditya Mulya Ramdhani menjadi korban pengeroyokan oleh anggota perkumpulan atau ormas tertentu saat bertugas pengamanan konvoi massa di Sidoharjo, Wonogiri pada Rabu (8/5/2019) silam.

Baca Juga :  Luar Biasa, Aneka Bibit Pohon Ditanam Secara Mandiri di Wilayah Kecamatan Giritontro. Sasarannya Mulai Lahan Kritis Area Konservasi Turus Jalan Hingga Demplot

Perwira Pertama yang telah mengeyam pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus 2012 itu dikenal sebagai sosok yang ramah dan selalu mengucapkan salam kepada setiap orang yang ditemuinya.

”Dia orang baik dan disiplin dalam pelaksanaan tugas,” jelas AKBP M Iqbal, perwira menengah yang kini bertugas di Divisi Humas Mabes Polri.

Pada Kamis (16/5/2019) lalu, Aditya diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan intensif di Singapore General Hospital (SGH).

Dan setelah 4 bulan dirawat intensif, Kompol Aditia yang belum sadarkan diri kembali ke tanah air dan kini menjalani perawatan di kediamannya di Pandanaran Hills, Semarang dan berharap dapat kembali mengabdi untuk negeri ini. JSnews