JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Minta Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik. Komunitas Clean The City Gelar Kemah Bebas Sampah 

Foto/Humas
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta masyarakat untuk mulai mengurangi sampah plastik. Hal itu disampaikan mengingat produksi sampah cukup tinggi.

Imbauan itu dilontarkan saat hadir dslam kemah bebas sampah yang diprakarsai Komunitas Clean The City (CTC) menggelar Kemah Bebas Sampah (Zero Waste Camping) di Camp Resort Tawangmangu, kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan pengelolaan sampah.

Pemkab juga menggagas kesepahaman dan kerjasama antar komunitas dengan pemerintah daerah guna mengimplementasikan dan mewujudkan gerakan bebas sampah di Jawa Tengah, serta menjadikan sebagai wilayah bebas sampah dan meningkatnya Indek Pembangunan Manusia Provinsi Jateng bidang Kesehatan.

Baca Juga :  Makin Ganas, 2 Warga Kembali Meninggal Terpapar Covid-19, Total Sudah 130 Warga Karanganyar Meninggal Dunia. Jumlah Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah Tembus 707

Roy Atta Uljamil, selaku Ketua Panitia dan Koordinator wilayah Jawa Tengah menyampaikan bahwa komunitas CTC akan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah sampah khususnya sampah plastik.

Karena produksi sampah plastik terlalu banyak dan tidak dapat di daur ulang.

“Kami mengajak berbagai komunitas dan sukarelawan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tujuan akhir dari kegiatan ini, kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui anggota untuk mengurangi penggunaan plastik,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa Clean The City telah memberikan keteladanan yang luar biasa bagi kaum milenial.

Baca Juga :  Makin Ganas, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 671 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Sudah Mencapai 125 Orang

Yuli juga mengapresiasi kepada kaum milenial yang sangat peduli terhadap masa depan bangsa, karena sampah menimbulkan konflik dan sangat sulit untuk mengatasinya.

“ Mari kita tunjukkan dan kita jaga baik-baik lingkungan kita, karena tidak banyak orang yang peduli terhadap lingkungan di sekitar. Dan mari kita perlakukan sampah menjadi berkah, menjadi kesejahteraan dan nyaman.

Sehingga kehidupan kita sehat, sehat keimanan kita, sehat berpikir kita dan sehat lingkungan kita,” tuturnya. Wardoyo