JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Geger Ibu Muda di Bandung Tusuk Bayinya yang Berusia 3 Bulan dengan Pisau Dapur Sampai Tewas

Ilustrasi. Pexels
Ilustrasi. Pexels

BANDUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang ibu muda diduga membunuh bayinya sendiri yang berusia tiga bulan dengan cara ditusuk.

Kejadian tersebut terjadi di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Minggu (1/9/2019), tepatnya di Jalan Delta.

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema di Mapolsek Cibeunying Kaler, Jalan Cikutra, mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi menjelang petang.

Sang ibu yang berada di rumah, nekat menusukkan pisau dapur ke tubuh bayi berusia tiga bulan itu.

“‎Iya, saat ini sudah diamankan dan sedang diperiksa untuk kepentingan penyidikan. Ibunya berinisial Fm (28),” ujar Kapolrestabes.

Belum diketahui motif di balik pembunuhan nahas itu.

Hanya saja, dugaan awal, sang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya itu mengalami baby blues syndrome.

“Masih diperiksa soal motifnya. Mohon waktu hasil pengembangan pemeriksaannya,” kata Kapolrestabes.

Sejumlah warga Jalan Delta, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler dikagetkan dengan banyak polisi yang mendatangi rumah Fm (28), seorang ibu yang diduga membunuh bayinya sendiri.

Tarja (40) warga kompleks itu mengatakan polisi tiba-tiba datang menanyakan alamat Fm.

“Kemudian polisi datang ‎menanyakan alamat rumah ibu itu. Pas ngikuti polisi ke dekat rumah, ternyata anaknya meninggal,” ujar Jaja di temui di sekitar Jalan Delta.

Dari‎ sejumlah keterangan polisi, kata dia, anaknya yang masih bayi dibunuh menggunakan pisau dapur setelah dimandikan.

Baca Juga :  Jadikan Hotel Ruang Karantina Mandiri Pasien OTG, Kemenparekraf Anggarkan Dana Rp100 M. Pasien akan Diisolasi 14 Hari di Hotel Bintang Tiga, Dapat Fasilitas Makan hingga Laundry

“Saya sih enggak tahu. Tapi katanya dibunuh. Kami di sini juga kaget karena keluarga itu keluarga baik-baik tapi tiba-tiba ada kejadian seperti ini,” kata Tarja.

Pantauan Tribun, rumah berlantai dua itu berada di kompleks kluster di dekat kompleks perumahan Universitas Padjadjaran.

Untuk memasuki rumah tersebut, harus melewati pos penjagaan yang dijaga petugas keamanan.

Setelah polisi datang, warga ramai mengunjungi rumah tersebut dan tidak menyangka ada kejadian nahas.

“Setahu kami memang ada bayi baru lahir. Tinggal di rumah mertua. Cuma kami tidak menyangka bakal setragis itu,” kata Sinta (35), warga sekitar.

Di Purwakarta Bayi Dikubur

Kasus hampir serupa terjadi di Purwakarta beberapa waktu lalu.

Dian Asrian, bayi berusia tujuh bulan yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya meninggal dunia, Sabtu (20/4/2019).

Korban sempat menjalani perawatan intensif di ruang PICU NICU RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Korban meninggal dunia setelah dirawat oleh tim medis lebih dari tiga minggu dengan sejumlah alat medis yang menempel di tubuh mungilnya.

Bahkan untuk menopang hidupnya karena mengalami koma, selama 24 hari Dian terus ditopang oleh obat pemicu jantung.

Bayi perempuan dari pasangan W (35) dan Ujang Solihin itu dikubur hidup-hidup di belakang rumahnya, Rabu (27/3/2019).

Baca Juga :  Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Menko Polhukam Instruksikan Aparat Selidiki Latar Belakang Pelaku, Periksa Dugaan Terkait Jaringan

W diduga melakukan hal tersebut karena mengalami gangguan jiwa.

Anak keduanya itu ditemukan di belakang rumah oleh bibinya, Siti Atikah.

Siti Atikah curiga karena pelaku menggali dua lubang di belakang rumah.

Saat ditanya untuk apa, pelaku hanya menjawab akan menanam tanaman.

Karena curiga, Siti Atikah menggali lubang dan menemukan keponakannya dalam keadaan lemas dan kotor.

Bayi yang lahir pada November 2018 itu kemudian dirawat di rumah sakit.

Warga Kampung Pasirmuncang, Desa Pusakamulya, Kiarapedes, Purwakarta itu diduga mengalami depresi saat proses kehamilannya.

Kapolsek Kiarapedes, Iptu Toto Herman Permana mengatakan pelaku mengalami gangguan jiwa saat usia kandungannya sekitar tujuh bulan.

W mengubur bayinya sendiri ketika sang suami sedang kerja di kebun.

W mengaku kepada saudaranya bahwa sang bayi hilang.

Tetangga dan keluarga pelaku mulai melakukan pencarian terhadap bayinya.

Siti Atikah memeriksa belakang rumah W. Ia curiga karena sehari-hari W selalu bersama bayi.

Ia melihat ada sesuatu yang menyembul dari balik tanah yang sebelumnya digali oleh W.

“Saat diperiksa ke belakang rumah ditemukan ada dua galian tanah, dan salah satunya itu ada korban. Terlihat karena ada tangan dan kain putih di sekitar galian tanah,” ucapnya.

www.tribunnews.com

Berita Asli