JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Geger Pensiunan Guru Ditemukan Tewas Tergeletak Bersimbah Darah di Lantai Rumah 

Foto/Humas Polda

Pensiunan Guru Ditemukan Bersimbah Darah 1
Foto/Humas Polda

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang jenazah pria berusia 61 ditemukan di dalam rumahnya di Desa Ketanggi, Kecamatan Rembang, kemarin siang sekitar pukul 12.00 WIB. Korban bernama Antonius Sapto Adi, warga Rt 10/Rw 2.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh istri almarhum yang bernama Agustina Riyanti (58). Sontak kejadian tersebut membuat geger warga setempat.

Tak ada saksi mata yang mengetahui persis peristiwa naas yang menimpa pensiunan guru tersebut.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara oleh aparat Kepolisian, korban sudah diketahui tergelatak bersimbah darah dilantai oleh istrinya usai pulang mengajar.

Baca Juga :  Jadi Bandar Upal, Kakek Asal Mojo Dibekuk Polisi di Temanggung. Saat Ditangkap Bawa Satu Plastik Uang Palsu Rp 21 Juta, di Rumahnya Juga Ada!

Kebetulan Agustina Riyanti juga berprofesi sebagai guru. Kapolsek Rembang Kota Polres Rembang, AKP Haryanto menuturkan pihaknya bersama dokter Puskesmas, melakukan pemeriksaan jasad korban.

Diketahui, bagian belakang kepala korban menderita cidera berat, yang mengakibatkan kematian.

“Sekitar pukul 12.00 WIB saksi pulang ke rumah saat memasuki rumah tidak ada orang, memanggil korban tidak ada jawaban, lalu pada saat membuka kamar melihat korban sudah dalam keadaan telungkup dengan darah berceceran dilantai,” jelas Haryanto dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Akan Rehab 1.641 RTLH di Tahun ini

Dugaan sementara, korban terjatuh dari atas loteng. Karena, tepat diatas korban terdapat plafon rusak.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar dari dokter Rehulina, kepala Puskesmas Rembang 2, kepala bagian belakang korban mengalami cidera kepala berat sehingga menyebabkan kematian,” terangnya.

Korban langsung dimakamkan dipemakaman umum desa setempat, setelah dipastikan meninggalnya korban bukan karena tindak kekerasan.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan,” pungkasnya. JSnews