JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Istri Kivlan Zen Kecewa Semua Bukti Gugatan Praperadilannya Ditolak Hakim

Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (tengah) berjalan meninggalkan Bareskrim Polri usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (13/5/ 2019) lalu / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Gugatan praperadilannya atas penangkapan suaminya ditolak Hakim, istri Kivlan Zen yang bernama Dwitularsih Sukowati mengaku kecewa.

Dia lewat kuasa hukumnya, Hendry Siahaan, menuding hakim tunggal dalam perkara itu, Toto Ridarto, tidak netral.

“Tak ada satupun (bukti) kami yang diterima, semua ditolak, berarti tidak ada keadilan,” ujar Hendry di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/8/2019).

Hendry menjelaskan pihaknya tak akan menyerah untuk membebaskan Kivlan. Ia menyebut masih ada beberapa sidang lain yang memperkarakan prosedur penangkapan mayjen purnawirawan TNI AD itu.

Baca Juga :  Video Hujan Es Disertai Angin Kencang Landa Kota Bogor, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem

“Kami akan berjuang mencari keadilan untuk Kivlan Zen,” kata Hendry.

Hakim Tunggal Toto Ridarto menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh Dwitularsih Sukowati.

Dalam amar putusannya, Toto menimbang penangkapan terhadap Kivlan oleh polisi adalah sah menurut hukum, sehingga apa yang digugat oleh Dwitularsih tak terbukti.

“Hakim menolak permohonan praperadilan pemohon dan membebankan biaya perkara kepada pemohon,” ujar Toto Senin (9/9/2019) siang.

Sebelumnya, Dwitularsih mengajukan sidang praperadilan atas penangkapan suaminya pada Jumat (2/8/2029).

Perkara Dwitularsih yang terdaftar dengan nomor 101/Pid.pra/2019/PN.Jkt.Sel berisi gugatan ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian atas penangkapan, penahanan, dan penyitaan atas Kivlan Zen terkait kasus kepemilikan senjata api.

Baca Juga :  Jumlah Kematian Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 10.000, Korban Meninggal Sudah Ada di 34 Provinsi. Ini Peringkat dari Terbanyak

Selain agar penangkapan terhadap suaminya dinyatakan tidak sah, alasan Dwitularsih menggugat agar Tito mengetahui ada penyidik yang melanggar Peraturan Kapolri.

Salah satu pelanggaran itu ialah tak adanya tembusan surat penahanan Kivlan Zendari polisi yang sampai ke keluarga.

Selain tak mendapat surat penangkapan suaminya, Dwitularsih juga mengaku tak pernah mendapatkan surat tembusan penyitaan mobilnya oleh penyidik.

Dwitularsih merasa berhak mendapatkan tembusan surat itu karena menyebut mobil tersebut adalah miliknya.  

www.tempo.co