JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pilkades Sragen Usai, Hujan Air Mata dan Guyuran Hujan Menyatu. Sejumlah Pendukung Arak Kades Terpilih Keliling Desa 

Cakades terpilih Desa Pelemgadung Karangmalang, Bekti Priyo Sambodo tak kuasa meneteskan air mata usai mengetahui perolehan suaranya unggul dan memenangkan Pilkades. Foto/Wardoyo
Cakades terpilih Desa Pelemgadung Karangmalang, Bekti Priyo Sambodo tak kuasa meneteskan air mata usai mengetahui perolehan suaranya unggul dan memenangkan Pilkades. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pilkades serentak di 167 desa di Sragen sudah digelar Kamis (26/9/2019). Perhitungan perolehan suara masing-masing desa juga sebagian besar sudah diselesaikan san diplenokan tadi sore hingga malam.

Hujan tangis mengiringi usai digelar perhitungan suara di sejumlah desa. Yang menang, diiringi tangis bahagia. Sedangkan yang kalah harus menunduk menangis dalam kesedihan.

Menariknya usai Pilkades digelar, alam pun menyambut dengan turunnya hujan di sebagian besar wilayah Sragen bagian tengah dan timur.

“Iya tadi begitu selesai perhitungan suara, langsung turun hujan,” ujar Agung, warga Ngrampal, Sragen Kamis (26/9/2019) petang.

Di sisi lain, tangis luapan kegembiraan terlihat di beberapa calon yang berhasil menang. Salah satunya di Desa Pelemgadung, Karangmalang.

Hasil akhir Pilkades ini menahbiskan pendatang baru, Bekti Priyo Sambodo sebagai pemimpin baru Desa Pelemgadung.

Bekti yang bernomor urut 3 sukses menumbangkan petahana Sumardi dengan keunggulan mutlak 2.135 suara berbanding 1.441 suara.

Tak pelak, usai perhitungan suara di semua TPS selesai dan diketahui total perolehan suara masing-masing, pendukung Bekti langsung meluapkan kegembiraan dengan menggeruduk kediaman Bekti guna memberikan ucapan selamat.

Baca Juga :  Geger Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Persawahan Desa Jurangjero Karangmalang Sragen. Saat Ditemukan Dalam Kondisi Begini!

Mendapat ucapan dari warga, Bekti didampingi sang istri, nenek dan keluarganya tak kuasa menahan haru. Air matanya menetes hingga tak bisa berkata-kata.

“Saya terimakasih kepada semua warga yang sudah mendukung saya,” ucapnya terbata-bata.

Para pendukung Cakades terpilih Pelemgadung, Bekti Priyo, tampak menangis meluapkan kegembiraan. Foto/Wardoyo

Manajer dari Bekti, Joko Prasetyo mengaku bersyukur atas kemenangan itu. Ia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Pelemgadung yang sudah antusias mendukung Bekti hingga memenangkan Pilkades.

“Kami atas nama keluarga, tim manajemen tak lupa menyampaikan terimakasih kepada masyarakat. Tentunya karena Mas Bekti sudah terpilih, mari bersama-sama membangun Pelemgadung dalam suasana guyub rukun. Kita sengkuyung Mas Bekti merealisasikan misi visi dalam kampanye yakni membawa perubahan dan pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat Pelemgadung,” ucap Joko.

Joko juga mengungkapkan pihaknya juga akan segera melakukan rekonsiliasi merangkul calon yang kalah dan masyarakat secara utuh. Pihaknya siap melanjutkan program-program dan menampung program dari kandidat lain yang disampaikan pada saat penyampaian visi misi.

Baca Juga :  Tolak KAMI, Dewan Rakyat Jelata Sragen Gelar Demo di Alun-Alun. Sunarto Ingatkan KAMI Rawan Ditunggangi Kepentingan dan Berpotensi Adu Domba Warga!

“Firasat nggak ada. Yang penting kuncinya bekerja keras, doa bersama,” tukas Joko.

Selesai menerima pendukung, calon terpilih kemudian diarak keliling desa dengan dikawal polisi. Arak-arakan Kades terpilih juga terjadi di Desa Tenggak, Sidoharjo dan beberapa desa lainnya.

Luapan kegembiraan warga dan calon pemenang mengiringi prosesi arak-arakan.

Cakades terpilih Desa Pelemgadung diarak keliling desa. Foto/Wardoyo

Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyerukan setelah Pilkades selesai, ia menyebut PR besar yang harus segera dilakukan bagi Kades pemenang adalah melakukan rekonsiliasi.

“PR-nya yang menang harus segera rekonsiliasi,” tukasnya saat ditemui ketika meninjau Pilkades di Taraman Sidoharjo kemarin petang.

Selain itu, Yuni juga berharap tidak ada gugatan pasca Pilkades digelar. Soal botoh di Pilkades, Yuni menyebut tidak ada praktik itu.

“Tadi malam Pak Kapolres keliling beliau juga mengatakan kemungkinan orang-orang asing untuk masuk karena sistem kita sudah waspada. Bahkan ada beberapa desa sampai nutup gang-gang supaya mencegah para botoh agar tidak masuk dan merusak suasana,” tandasnya. Wardoyo