JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sosok Bos Q-Net Madiun, Kariyadi Yang Ditangkap Polisi. Punya Rumah Mewah Mirip Istana Senilai Rp 3 Miliar dan Banyak Mobil Kelas 

Rumah Kariyadi. Foto/Tribunnews
Rumah Kariyadi. Foto/Tribunnews

MADIUN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sosok Mohamad Karyadi (48) warga Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun yang dibekuk Polres Lumajang memang dikenal bergelimang harta.

Kariyadi yang disebut merupakan bos PT Amoeba International yang dikabarkan berafiliasi dengan PT Q-Net yang disinyalir menjalankan usaha money games dengan sistem piramida, punya rumah miliaran rupiah dan deretan mobil mewah.

Rumah megahnya, dibangun sekitar 2006, dengan biaya sekitar Rp 3 miliar.

“Berdasarkan cerita-cerita dari yang mengerjakan (membangun rumah), ya sekitar Rp 3 miliar,” kata Sekretaris Desa Singgahan, Joni Anwar.

Berdasarkan penelusuran di media sosial, tidak sulit untuk menemukan informasi mengenai Kariyadi.

Di YouTube misalnya, ada banyak video yang mengulas mengenai bisnis dan kekayaan yang dimiliki oleh Kariyadi.

Semisal dalam video yang diunggah oleh akun Amoeba Tube.

Dalam video berdurasi 06:13 detik itu, Kariyadi memperkenalkan diri dan memamerkan aset kekayaannya.

Baca Juga :  Blog G Kompleks Balaikota DKI Ditutup 3 Hari Karena 2 Pejabat Positif Covid-19

Di antaranya, motor Harley Davidson, mobil Hummer, Toyota Alphard, Mazda RX-8, dan rumah miliknya yang diklaim dibangun dengan uang puluhan miliar rupiah.

Kabar penangkapan inipun menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

Sejumlah netizen mengungkapkan kegembiraannya, karena akhirnya ada polisi yang berani menindak pengelola bisnis ini.

Misalnya di grup Facebook, Paguma (Paguyuban Madiun).

Seorang anggota grup membagikan informasi mengenai pengungkapan kasus money game.

Postingan yang dibagikan oleh pemilik akun Blondotatto Tok AE ini telah 16 kali dibagikan dan 89 dikomentari.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, dalam press release Selasa (4/9/2019) mengatakan, Kariyadi merupakan direksi PT Amoeba International mengaku berafiliasi dengan PT Q-Net.

“Q-Net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan sistem piramida,” paparnya.

Sekretaris Desa Singgahan, Joni Anwar, menguriakan selama ini warga desanya mengetahui Karyadi menjalankan bisnis MLM dan berjualan barang. Usaha tersebut berjalan sejak sekitar 2004.

Baca Juga :  Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Ramai Disebut Punya Gangguan Jiwa, Mahfud MD: Kami Belum Percaya

“Selama ini warga desa mengetahui usahanya Pak Kariyadi, MLM, jual beli barang, nanti Pak Karyadi dapat komisi. Sistem jaringan. Yang saya tahu, usahanya sejak 2004,” kata Joni, Rabu (4/9/2019) siang.

Ia menuturkan, di gedung milik Kariyadi yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah Kariyadi, kerap dijadikan tempat pertemuan dan seminar bisnis.

Namun, selama ini dirinya tidak pernah mendengar adanya penyekapan, seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.

Selain itu, setahunya belum pernah ada orang yang mengadu atau merasa tertipu terkait bisnis yang dijalankan Kariyadi ini.

Joni mengatakan, sebelum menjadi pengusaha, Kariyadi membuka usaha jasa bengkel las dan pengecatan mobil.

Setelah itu, sekitar 2004, Karyadi ikut dengan Q-Net.

www.tribunnews.com