loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 21 orang mahasiswa FKIP UNS Surakarta melakukan praktik pemagangan di SMP Negeri 8 Surakarta.

Dengan diantar Dosen, Dra Ani Rahmawati, MA Phd, pada mahaswa tersebut diterima secara simbolis oleh Kepala Sekolah, Triad Suparman di laboratorium IPA, Kamis (5/9/2019).

Para mahasiswa tersebut terdiri dari enam mata pelajaran, yakni Bimbingan dan Konseling (BK), Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani, Kesehatan & Rekreasi, Pendidikan Bahasa Jawa dan  Pendidikan IPA.

Dra Ani Rahmawati, MA Phd mengatakan, para mahasiswa tersebut akan melakukan magang selama dua bulan. Menurutnya, magang merupakan upaya untuk mengenalkan secara dini mahasiswa terhadap sekolah.

Dipaparkan, bahwa program magang dilakukan secara berjenjang terdiri dari tiga tahap, yakni tahap 1, 2 dan tahap 3.

Baca Juga :  Semi Final KMNR 15 Solo, 5.126 Peserta Berebut Tiket ke Final

Tahap pertama, mahasiswa berlatih mengenal profesi kependidikan (observasi sekolah). Tahap kedua, mahasiswa berlatih merencanakan pembelajaran dan tahap ketiga, untuk melatih kemampuan calon pendidik dengan melakukan pembelajaran secara langsung sebagai ‘asisten guru’.

“Tahun depan program magang ini akan berubah menjadi PLP (Praktik Lapangan Pendidikan) selama empat bulan dengan jumlah empat SKS,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman dalam sambutannya berharap, para mahasiswa tersebut kelak  bisa menjadi calon guru yang baik.

Setidaknya, mereka bisa meneladani para guru pembimbingnya, atau guru-guru yang lain.

“Belajar bisa dengan siapa saja, jadi tidak harus menganggap sudah tua bisa dalam segalanya,” ujarnya.

Triad menjelaskan, kini sekolahnya menggunakan kurikulum 2013, dengan menekankan pada pendidikan karakter melalui pembiasaan berperilaku baik. Dia juga berharap, para mahasiswa magang bisa mengikuti kebiasaan yang ada di sekolah tersebut.

Baca Juga :  UDB Gelar Workshop Penyusunan Buku Ajar dan Media Pembelajaran Digital

“Program magang bisa berhasil bila terjadi komunikasi yang harmonis antara berbagai pihak. Mulai dari kampus, mahasiswa magang, pihak sekolah, dosen pembimbing dan guru pembimbing,” ujarnya, sebagaimana dikutip dalam rilis yang dikirim Waka Humas, Sri Suprapti ke Joglosemarnews. suhamdani