loading...
Loading...
Para anggota klub Suzuki Satria Solo Club saat menghelar baksos menyalurkan air bersih di Bagor, Miri, Sragen, Minggu (29/9/2019) sore. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Krisis air bersih dampak kemarau panjang di Sragen makin parah. Tiadanya hujan membuat kekeringan di sejumlah wilayah makin parah.

Salah satunya di Kecamatan Miri. Di wilayah ini, kekeringan meluas ke beberapa desa. Jika sebelumnya krisis hanya dirasakan warga Desa Gilirejo dan wilayah sekitarnya, kini musibah serupa mulai merambah warga Desa Bagor, Miri, Sragen.

Hal itu terungkap ketika komunitas Solo Suzuki Satria Club tergerak menyalurkan bantuan air bersih di Dukuh Cabe, Kaliapang, Bagor, Sidorejo, Dukuh Miri, Muneng, Mojolegi, Minggu (29/9/2019). Dukuh itu kini turut terimbas kekeringan.

Warga sudah tiga bulan lebih dilanda kesulitan mendapatkan air bersih guna kebutuhan sehari – hari. Sumur – sumur warga juga sudah mulai kering dan warga hanya bisa pasrah menunggu bantuan droping sembari berharap segera turun hujan.

Ketua Solo Suzuki Satria Club, Adi Monyeng mengatakan droping air bersih digagas karena tergerak mendengar dan melihat kondisi masyarakat di Desa Bagor, Miri, Sragen yang saat ini tengah di landa kekeringan.

“Dari informasi itu, dari rekan-rekan komunitas Suzuki Satria Solo Club tergerak membantu masyarakat memberi bantuan air bersih pada warga di Bagor, Miri ini. Tujuanya agar bisa sedikit membantu meringankan beban dalam mendapatkan air bersih,” papar Adi, di sela baksos, Minggu (29/9/2019) sore.

Baca Juga :  Gara-gara Gas Elpiji, Kandang dan 4.000 Ekor Ayam milik Pengusaha di Mondokan Sragen Luluh Lantak. Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Adi menguraikan giat baksos itu juga digelar sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat. Bahwa keberadaan anak motor yang selama ini barangkali sering diidentikkan dengan kegiatan negatif, bisa terkikis dengan adanya kegiatan positif seperti baksos.

Foto/Wardoyo

Menurutnya, lewat kegiatan sosial seperti itu juga untuk merubah image negatif bahwa komunitas pecinta motor juga punya jiwa kepedulian dan membantu masyarakat yang kesulitan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak motor tidak hanya nongkrong dan wer-weran saja. Akan tetapi kehadiran kita juga sangat peduli kepada masyarakat,” jelasnya.

Total ada tiga mobil tangki air bersih berkapasitas masing-masing 8000 liter yang disumbangkan kepada warga di wilayah krisis air.

Selain di Bagor, Miri, juga dibagikan ke  warga Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, yang juga dilanda kekeringan.

“Harapan saya bersama teman- teman, semoga bantuan air bersih ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Semoga bisa meringankan beban warga untuk beberapa hari kedepan,” pungkas Adi.

Bantuan air bersih itu disambut suka cita warga setempat. Salah satu warga Dukuh Cabe RT 14, Bagor, Miri,  Sri Sulastri (40) menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Club motor Suzuki Satria Solo yang telah peduli terhadap warga yang sedang kesulitan air bersih.

Baca Juga :  Tewaskan 1 Orang, Sopir Mobil Dinas DPU PR Sragen Terancam Terseret Jadi Tersangka. Kasat Lantas Ungkap Sopir Dalam Kondisi Begini! 

“Allhamdulilah ini sangat membantu sekali. Terimakasih pada mas-mas dari Club Motor Suzuki telah peduli kepada kami,” kata Lastri.

Menurutnya bantuan air bersih itu amat berguna bagi warga. Sebab di saat krisis air seperti ini, keberadaan air bersih sangat berharga dari apapun.

“Nanti airnya ini bisa untuk persediaan di buat masak, minum, mandi Mas. Lumayan bisa untuk beberapa hari. Ini sangat membantu sekali Mas. Karena kalau kemarau parah seperti ini, satu tetes air ini sangat berguna bagi kami,” tuturnya. Wardoyo

Loading...