JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ungkap Dalang Rusuh Papua, Polri Geledah Barang Bukti di Rusun

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polri menyatakan kerusuhan Papua bukanlah kejadian spontanitas. Melainkan, sebuah kejadian by design yang melibatkan tokoh-tokoh intelektual di dalamnya.

Ada dua aktor intelektual kerusuhan Papua yang ditengarai menjadi otak kerusuhan. Mereka adalah FBK dan AG.

Menurut penyelidikan Polisi, keduanya  sempat berkumpul di sebuah rumah susun (rusun) di Jayapura, Papua untuk mendesain aksi rusuh.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya melakukan penggeledahan di rusun tersebut dan menemukan fakta bahwa kerusuhan di Jayapura tidak terjadi secara spontan.

“Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh Polda Papua di rusun di Jayapura, kita ketahui bahwa kerusuhan yang ada di Jayapura itu adalah bukan spontanitas, tapi ada desain kerusuhan itu,” ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Dedi Prasetyo mengatakan duo tersebut juga sempat mengumpulkan tokoh-tokoh lapangan di kerusuhan di lokasi tersebut sebelum melakukan aksi kerusuhan.

Baca Juga :  Minta Pemerintah Tunda Pelaksanaan Pilkada 2020, Ini Alasan Komnas HAM

“Dimana FK dan AG sempat mengumpulkan berbagai tokoh-tokohnya sebelum melakukan aksi kerusuhan,” ucap Dedi Prasetyo.

Di sisi lain, dari penggeledahan tersebut pihaknya berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi kerusuhan.

Jenderal bintang satu itu menuturkan, barang bukti yang disita mulai dari senjata tajam, anak panah dan busur panah, gir, kampak hingga rompi.

“Barang bukti yang disita ada busur panah, anak panah, cukup banyak benda tajam yang dipersiapkan untuk melakukan kerusuhan. Ada parang, ada kampak, ada linggis kemudian ada beberapa sajam lainnya. Ada rompi yang disiapkan,” tandasnya.

Dedi Prasetyo juga mengatakan duo tersebut memiliki peran sebagai penggerak Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Selain itu, mereka diduga pula memiliki keterkaitan dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

“AG (perannya) sama dengan si FK, bagian daripada tim penggerak AMP di Jayapura, yang digerakkan nanti dari aktor intelektual yang di KNPB,” ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Baca Juga :  Sekda DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Anies Tunjuk Pelaksana Harian

Di sisi lain, ia menyebut pihaknya tengah mendalami peran dua tokoh KNPB yang diduga terkait pula dengan kerusuhan di Bumi Cendrawasih.

Menurut mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu, keduanya diketahui berinisial AK dan VY.

Meski begitu, keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka.

Jenderal bintang satu itu menegaskan tim dari Mabes Polri turut dikirim guna mem-back up Polda Papua dalam mendalami keterkaitan keduanya.

“KNPB kan ada 2 aktor intelektualnya juga. Memang belum ditetapkan sebagai tersangka, tapi masih didalami oleh aparat Polda Papua dan tim dari Mabes Polri pun dikirim untuk mem-back up Polda Papua untuk memeriksa saudara AK dan VY, sebagai tokoh di KNPB,” tandasnya.

www.tribunnews.com