JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Video Viral 3 Lawan 1 Vina Garut, Tersangka A Mengaku Tidak Memaksa V, Tapi Dia yang Minta

vina garut
Tersangka V (paling kiri) menunjukkan kamar hotel tempat satu adegan video Vina Garut diambil di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (22/8/2019). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)
vina garut
Tersangka V (paling kiri) menunjukkan kamar hotel tempat satu adegan video Vina Garut diambil di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (22/8/2019). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus video adegan dewasa 3 tiga lawan satu Vina Garut terus berlanjut. Tersangka A alias Rayya membantah jika dirinya memaksa tersangka V untuk melakukan adegan ranjang dengan tiga pria.

Kuasa hukum A alias Rayya, Soni Sonjaya, menyebut jika aksi itu juga atas permintaan V.

Unsur pemaksaan yang dilontarkan oleh V pemeran video Vina Garut disebut kliennya tidak benar.

Bahkan V yang meminta agar fotonya dipajang di akun twitter Rayya.

“Tidak benar kalau ada anggapan dipaksa. Saat pemeriksaan pertama itu dijelaskan jika V yang minta dibuatkan video dan disebar di twitter Rayya,” ucap Soni melalui sambungan telepon, Senin (2/9/2019).

Foto V yang dipajang di twitter Rayya, lanjutnya, untuk menarik minat pelanggan.

Nantinya Rayya yang melakukan transaksi jika ada pelanggan yang menginginkan jasa V.

Baca Juga :  Indonesia Terlibat dalam Pengembangan 9 Calon Vaksin Covid-19, Ada yang Buatan Dalam Negeri hingga Kerja Sama dengan Negara Lain. Ini Daftar Lengkapnya

“Kata V itu bilang ke Rayya kalau ada tamu yang minat silakan saja. Transaksinya dengan Rayya yang saat itu berstatus suaminya. Bisa langsung atau ketemu di hotel,” katanya.

Ia menambahkan, V juga meminta agar Rayya harus ikut dalam adegan itu.

Jadi bukannya Rayya yang meminta V untuk berbuat adegan dengan tiga pria di video Vina Garut.

“Tidak ada paksaan kepada V. Malah dia yang minta agar Rayya ikut. Apalagi uangnya juga semua diterima V. Raya sama sekali tidak dapat uang,” ujarnya.

Usai menawarkan jasanya, V menerima upah antara Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu.

Ia juga membantah jika V tertekan karena harus menjajakan jasanya ke pria hidung belang.

“Kalau klien saya dapat uang, bisa kena pasal penjualan orang. Tapi itu kan permintaan V,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Mulai Blokir Ponsel Ilegal, Perhatikan Ini Saat Beli Perangkat Telekomunikasi. Pastikan IMEI Sudah Terdaftar di CEIR

Soni juga membantah jika V ditekan oleh kliennya untuk melakukan aksi tersebut. Semua itu hanya alibi dari V untuk terbebas dari jeratan hukum.

“Masa tertekan tapi lebih dari satu kali melakukannya. Apalagi videonya juga banyak. Dia (V) sama-sama menikmati,” ucapnya.

Rayya kini telah kembali ke rumah setelah empat hari dirawat di RSUD dr Slamet, Garut.

Pihak rumah sakit kebingungan karena tak mempunyai ruangan khusus untuk penanganan penyakit Rayya.

“Kondisinya terus memburuk. Sekarang juga tidak bisa duduk. Tertidur saja di rumah. Paling berobat jalan ke rumah sakit,” ujarnya.

www.tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul  Fakta Baru Kasus Viral Video Vina Garut, Tersangka A Beri Pengakuan Menohok Serang Balik V