JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

YLBHI Sebut, KPK Digembosi Melalui Dua Jalur Sekaligus

Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa dan Ketua YLBHI Asfinawati saat acara pembukaan kembali gedung LBH Jakarta dan YLBHI di Jakarta, 25 September 2017 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah digembosi melalui dua jalur secara bersamaan.

Anggapan tersebut disampaikan oleh
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan 16 Lembaga Bantuan Hukum lainnya.

Jalur pertama, yakni revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK atau UU KPK. Yang kedua melalui seleksi calon pimpinan KPK.

“Situasi ini adalah saat genting bagi seluruh rakyat Indonesia terkait pemberantasan korupsi,” kata Ketua YLBHI, Asfinawati dalam keterangan tertulis, Kamis (5/9/2019).

Baca Juga :  Kemenparekraf Siapkan Anggaran Rp 100 Miliar untuk Isolasi 14.000 Pasien Covid-19 di Hotel

Asfinawati menuturkan upaya pelemahan itu berjalan dengan memilih calon pimpinan KPK yang punya visi misi melemahkan pemberantasan korupsi dan mendukung revisi UU KPK.

Secara bersamaan, secara diam-diam, DPR membuat revisi UU KPK.

Asfin menuturkan upaya pelemahan KPK melalui seleksi capim dilakukan dengan menaruh kandidat yang punya rekam jejak bermasalah.

Sementara, pelemahan lewat jalur revisi UU, terlihat dari pemberian wewenang menghentikan penyidikan kepada KPK serta membentuk Dewan Pengawas yang punya wewenang mengontrol penindakan komisi antikorupsi.

Baca Juga :  Bawaslu Undang Partai-partai Untuk Bahas Protokol Covid-19

YLBHI dan LBH dari 16 kota menganggap kondisi pemberantasan korupsi saat ini genting. Upaya pemberantasan korupsi yang diperjuangkan setelah Orde Baru tumbang tengah dalam bahaya.

“Upaya pemberantasan korupsi yang diperjuangkan lebih dari 21 tahun terancam dirampas,” kata dia.

www.tempo.co