JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Jawa Tengah Ditargetkan Jadi Pelopor Gerakan Indonesia Menabung

madu borneo
madu borneo
madu borneo

SIMBOLIS : Koordinator Gerakan Indonesia Menabung Soloraya, Deddy Armanto, sekaligus kepala cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Solo menyerahkan buku rekening tabungan pada salah satu siswa yang ditunjuk dalam pencanangan gerakan tersebut di Solo Paragon Mall, Sabtu (19/10/2019). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Jawa Tengah (Jateng) ditargetkan menjadi pelopor Gerakan Indonesia Menabung. Upaya tersebut dimulai terlebih dulu dari penerapan Gerakan Indonesia Menabung di wilayah Soloraya.

Menurut Koordinator Gerakan Indonesia Menabung Soloraya, Deddy Armanto, seluruh siswa SMP/MTs atau sekitar 350.000 anak dari 830 sekolah di tujuh kabupaten/kota se-Soloraya diharapkan sudah punya rekening tabungan melalui simpanan pelajar atau simpel.

“Kami mendorong semua bank, baik bank pemerintah atau bank swasta, baik bank umum atau BPR, maupun bank-bank lainnya, untuk terlibat di Gerakan Indonesia Menabung itu. Karena gerakan itu lebih banyak misi sosial ketimbang berorientasi pada bisnis. Yakni untuk mendorong anak-anak, terutama siswa SMP/MTs gemar menabung sejak dini,” urainya dalam pencanangan Gerakan Indonesia Menabung di event Solo Financial Inclusion 2019 Expo di Solo Paragon Mall, Sabtu (19/10/2019).

Baca Juga :  Meledak, Dalam Sehari Kasus Baru Positif Covid-19 di Solo Bertambah 59, Total Jadi 957 Kasus

Deddy menambahkan, gerakan menabung yang ditanamkan pada anak-anak sejak dini sangat penting. Selain mengajarkan anak untuk berhemat, kebiasaan menabung sejak kecil juga diharapkan nantinya bisa terbawa sampai dewasa, setidaknya sampai bekerja.

“Bayangkan saja, melalui tabungan simpanan pelajar, perbankan harus mengurusi tabungan nasabah tanpa mendapat potongan administrasi atau biaya lainnya. Kalau perbankan hanya memikirkan profit, gerakan ini pasti tidak jalan. Karena ini sifatnya sosial, nantinya perbankan yang akan lebih banyak bertandang ke sekolah-sekolah untuk jemput bola membuatkan rekening tabungan para siswa,” tandasnya.

Diimbuhkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Eko Junianto, Gerakan Indonesia Menabung diinisiasi OJK pusat bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Gerakan itu kemudian di breakdown ke provinsi hingga ke kabupaten/kota.

Baca Juga :  Innalillahi.. Bermaksud Ambil Masker yang Jatuh, Bocah 9 Tahun Asal Kepatihan Tewas Tenggelam di Kali Anyar Solo

“Harapan kami, Pemda melalui Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag di setiap kabupaten/kota serta seluruh perbankan yang ada di daerah membantu mensukseskan gerakan ini. Menabung di simpanan pelajar itu menguntungkan. Kareba untungnya tidak akan berkurang karena digerogoti biaya adminiatrasi per bulan. Sebab, di tabungan simpanan pelajar tidak ada potongan administrasi. Selain itu, saldo minimal maupun setoran tidak dibatasi,” terangnya.

Sementara itu dalam pencanangan Gerakan Indobesia Menabung, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Koordinator Gerakan Indonesia Menabung, dengan Dinas Pendidikan dan kebudayaan serta Kanwil Kementerian di tujuh kota/kabupaten di Soloraya. Dalam kesempatan itu juga diserahkan rekening tabungan simpanan pelajar secara simbolis dari perwakilan perbankan pada siswa yang ditunjuk. Triawati PP