loading...
Loading...
Para tokoh Muspika Sumberlawang saat berpose bersama dengan Pak RT dan Bu Tini usai mediasi di balai desa Hadiluwih, Kamis (17/10/2019) sore. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus boikot hajatan gegara beda pilihan Pilkades di Dukuh Jetak RT 13, Desa Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen berlanjut ke meja balai desa, Kamis (17/10/2019). Sempat berkelit, Ketua RT 13 yang berinisial SUG dan terduga provokator boikot, akhirnya minta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan SUG dalam forum mediasi yang diprakarsai Muspika Sumberlawang di Balai Desa Hadiluwih, tadi sore.

Mediasi dipimpin Camat Sumberlawang, Heru Susanto, Kapolsek AKP Fajar Nur Ihsanudin, Kasi Pemerintahan Iwan Budiyanto dan beberapa tokoh Pemdes Hadiluwih.

Dalam forum itu, Bu Tini (50) janda buruh serabutan yang hajatannya diboikot juga dihadirkan dengan didampingi keluarganya. Turut dipanggil pula Ketua RT tetangga di Dukuh Jetak mulai RT 14, 15 dan 16 serta sejumlah tokoh masyarakat.

Mediasi dimulai dengan klarifikasi perihal dugaan aksi boikot ke hajatan Bu Tini yang terjadi Rabu (16/10/2019) – Kamis (17/10/2019) dinihari. Di hadapan forum, SUG sempat berkilah bahwa ia tak memprovokasi warga dan keengganan warga datang ke hajatan Bu Tini hanya karena misskomunikasi. Ia berdalih saat menyampaikan undangan tidak mohon bantuan RT dalam pembagian tugas hajatan.

Baca Juga :  Kadiv Pas Kemenkumham Jateng Pimpin Razia Besar-Besaran di Lapas Sragen. Total 492 Napi Digeledah, Temuan Narkoba Nihil Tapi Ada Sajam dan Remi

Ia berkilah jika kasus itu akibat dampak beda pilihan Pilkades. Namun setelah itu ia akhirnya meminta maaf dan sanggup untuk membantu warganya jika punya hajatan lagi.

Camat Heru Susanto melalui Kasi Pemerintahan, Iwan Budiyanto mengatakan di hadapan forum, Ketua RT 13 memang sudah meminta maaf atas kejadian di hajatan Bu Tini. Yang bersangkutan sudah sanggup untuk guyub rukun kembali ketika ada hajatan warga di kemudian hari.

“Memang tidak mengaku, tapi memang ada indikasi ke arah itu (dampak Pilkades). Namun yang jelas inti pertemuan tadi bahwa masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak Pak RT sudah meminta maaf dan pihak Bu Tini bersama keluarga sudah memaafkan.

Harapan kami semua bisa kembali guyub rukun. Nanti tanggal 30 Oktober di situ akan ada warga yang punya hajat lagi. Kita akan pantau,” tutur Iwan.

Sebagai tindaklanjut, nantinya akan dilaksanakan pertemuan di masing-masing RT di wilayah Dukuh Jetak. Pertemuan itu akan menghadirkan pihak Kades dan Babinsa atau Babinkamtibmas agar suasana di wilayah bisa pulih seperti saat sebelum Pilkades.

Baca Juga :  Bayar Gaji Pegawai PPPK atau P3K, Pemkab Sragen Sudah Siapkan Anggaran Rp 22 Miliar Lebih 

Sementara dalam forum itu, Bu Tini menyatakan sudah memaklumi dan memaafkan atas kejadian yang menimpanya. Ia legawa dan hanya berharap di kemudian hari tidak terulang kembali ke warga lainnya.

“Saya yakin Allah Maha Adil, Mas. Saya hanya berdoa semoga yang mendzalimi bisa diingatkan ndang disadarke. Cukup saya saja yang mengalami, mudah-mudahan ke depan nggak terulang lagi ke warga lain Mas. Itu saja Mas,” tukasnya.

Kapolsek Sumberlawang AKP Fajar menyampaikan bahwa persoalan itu sudah dirampungkan secara kekeluargaan lewat mediasi yang diprakarsai Muspika.

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Harapannya semoga semua bisa kondusif, warga kembali guyub rukun,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...