loading...
Loading...
Ilustrasi Puncak Lawu saat kebakaran

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kebakaran melanda hutan di Lereng Gunung Lawu di Karanganyar.

Seluas 4 hektar hutan gunung Lawu terbakar selama musim kemarau ini.  Hutan Lawu yang terbakar tersebut, berada di Desa Tengklik, Desa Blumbang Kecamatan Tawangmangu, serta di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Dengan luasan hutan di Lawu Utara seluas 6038,50 hektar, kebakaran ini relatif kecil, jika dibandingkan dengan kebakaran hutan yang terjadi tahun lalu.

Baca Juga :  Kasus Bendera HTI di SMKN 2 Sragen, Disdikbud Jateng Tunggu BAP Lengkap. Kadisdikbud: Semoga Segera Kembali ke Jalan Yang Lurus! 

Hal tersebut dikatakan Asisten Perhutani, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (Asper BKPH) Lawu Utara, Widodo, kepada wartawan usai rapat koordinasi kebkaran hutan dan lahan (Karhutla) di Mapolres Karanganyar, Rabu (09/10/2019).

Menurut Widodo, dari empat heltar hutan yang tebakar tersebut, yang paling parah di daerah Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Baca Juga :  7 Desa di Karanganyar Bakal Gelar Pilkades Serentak. Bupati Minta Warga Merantau Tetap Harus Dimasukkan Daftar Pemilih, Warga Luar Minimal Domisili 6 Bulan 

Di kawasan ini, berbatu, dan terbakar habis. Sedangkan di kawsan lain, hanya yang terbakar hanya semak-semak.

“Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran hutan ini. Hanya saja, untuk hutan yang berada di Desa Blumbang, titik api berasal dari bekas pembakaran arang yang dilakukan oleh warga,” kata dia.

Baca Juga :  Kisah Darto, 30 Tahun Ngojek di Wamena Kini Terpaksa Harus Pulang ke Kampung Halaman Lantaran Jiwanya Terancam dan  Situasi Mencekam 

Dijelaskannya, pengendalian kebakaran yang paling efektif di atas gunung dengan medan yang berat, adalah dengan membuat ilaran api, atau sekat bakar, dengan memisahkan yang terbakar dengan yang tidak terbakar, sehingga tidak merembet ke lokasi lain. Wardoyo

 

Loading...