JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mega Ingin Sebanyak-banyaknya, PDIP Tidak Mau Kemaruk dalam Hal Jatah Menteri

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: Tempo.co
Tempo.co

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski Ketua Umum PDI Perjuangan, megawati Soekarnoputri menginginkan jayah menteri dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf sebanyak-banyaknya, namun partai berlambang banteng moncong putih itu tak ingin kemaruk alias serakah.

Hal itu dilontarkan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Dia mengatakan partainya tidak ingin kemaruk atau terlalu bernafsu untuk mendapatkan jatah menteri di kabinet pemerintahan Jokowi periode kedua.

“Kata Ibu Mega kan (ingin menteri) sebanyak-banyaknya. Tetapi kita juga tahu bahwa PDI Perjuangan ini tidak kemaruk,” kata Hasto di Jakarta, Selasa (8/10/2019) malam.

Baca Juga :  Mulai Kamis, 22 Oktober, Nikon Resmi Berhenti Beroperasi di Indonesia

PDI Perjuangan memahami bahwa Indonesia harus dibangun dengan bekerja sama dengan seluruh kekuatan elemen bangsa.

Menurut dia, nama-nama menteri yang diusulkan PDIP untuk kabinet mendatang sudah dicermati Jokowi secara objektif dan mendalam sesuai kebutuhan.

Siapapun yang dipilih, memiliki semangat untuk mendukung sepenuhnya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, sehingga kepemimpinan para menteri menyatu dengan kepemimpinan Presiden Jokowi.

Soal kabinet sudah beberapa kali dibahas Presiden Jokowi dengan para ketua umum dan calon kandidat menteri dari partai koalisi secara terpisah.

Baca Juga :  KontraS: Penanganan dan Penegakan HAM di Era Jokowi Buruk

Hal itu dilakukan agar Presiden dapat memastikan nama-nama yang diusulkan atau dipilih berasal dari kalangan fungsional ataupun dari kepala daerah yang memiliki prestasi atau sesuai bidangnya.

Mengenai pos kementerian strategis, PDI Perjuangan menilai seluruh kementerian sangat strategis dalam kerangka bertanggung jawab terhadap arah kemajuan bangsa.

“Jadi jangan dianggap kementerian A lebih strategis, kementerian B lebih strategis,” kata Hasto.

www.tempo.co