loading...
Loading...
Ilustrasi

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kepergian penyair Agus Dhewa setahun silam rupanya menjadi kehilangan tersendiri di kalangan kolega dekatnya. Ungkapan itu tergambar di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) kompleks kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (16/10/ 2019) malam.

Atmosfer kegelisahan itu terlihat begitu pekat saat digelar malam syair dan peluncuran buku ‘Ayat Dewa Pemungkas dari Timur’ yang dihelat oleh Jurnalis Kreatif guna mengenang setahun berpulangnya penyair Agus Dhewa tersebut.

Ada kegelisahan bagaimana seorang kawan menganggap ‘kepergiannya’ terlalu prematur. Karena  penyusunan buku antologi puisi –yang akhirnya diluncurkan tersebut– belum sepenuhnya purna dan masih berproses.

Ada kegelisahan, bagaimana seorang kawan ‘seperjuangan’ yang menerima mandat, agar buku puisi yang disusun dengan judul ‘Ayat Dewa Pamungkas dari Timur’ tersebut harus bisa terwujud, baik dangan atau tanpanya.

Ada pula kegelisahan bagaimana seorang kolega yang masih terus terngiang dengan gaya tuturnya yang khas serta karakternya saat berbicara, baik melalui telepon maupun saat berinteraksi sebagai sesama komunitas.

Baca Juga :  Jateng Raih Penghargaan Pencegahan Korupsi dari Kemendagri, Gubernur: Beri Kemudahan Kami Mencopot ASN Yang Korupsi! 

Bahkan masih banyak sekali kegelisahan, tak terkecuali kegelisahan –yang mengandaikan– seharusnya ia masih ada di tengah- tengah peluncuran buku malam itu, karena ghirah-nya yang begitu besar untuk melahirkan buku puisi, yang didalamnya juga berkonten puisi karya KHA Mustofa Bisri, Beno Siang Pamungkas dan Timur Sinar Suprabana ini.

Semua kegelisahan tersebut terangkum indah dalam ungkapan- ungkapan cinta dari sahabat. Ungkapan- ungkapan kebanggaan atas semangat dan idealismenya dalam berkarya.

Termasuk ungkapan- ungkapan hormat melalui karya- karya puisinya. Baik dari sesama penyair seperti Sosiawan Leak, Timur Sinar Suprabana, Sitok Srengenge, maupun para budayawan seperti Prie GS, Romo Aloysius Budi Pr hingga Sekretaris daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Purjono, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi hingga Rektor Unnes, Fathur Rokhman.

Ketua penyelenggara, Damar Sinuko mengungkapkan, selain peluncuran buku, kegiatan yang digelar bersama dengan FBS Unnes ini memang untuk mengenang kepergian kawan sekaligus Penyair Agus Dewa.

Baca Juga :  Setelah Heboh di Mobil Gubernur, Mobil Pejabat Pemprov Jateng Ikut Ditempeli Stiker Kalau Korupsi Tak Akan Selamat

“Kami meluluskan amanat dari almarhum, mas Agus Dewa sebelum berpulang, yang menginginkan agar peluncuran buku ini harus dilaksanakan,” katanya.

Selain peluncuran buku, merangkai kegiatan ini adalah malam syair berupa penampilan medley para penyair dan budayawan Jawa Tengah.

“Seperti KHA Mustofa Bisri, Sosiawan Leak, Timur Sinar Suprabana, Sitok Srengenge, Beno Siang Pamungkas dan lain- lain,” katanya. Wardoyo/JSnews 

 

Loading...