loading...
Loading...
Tanam padi di Desa Sapen, Sukoharjo. Dok. Pemkab Sukoharjo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM-Luas lahan pertanian di Sukoharjo saat ini mencapai 20an ribu hektare. Sementara luas tanaman mencapai 11 ribu hektare.

Dari jumlah itu tidak semuanya mengandalkan irigasi teknis. Ada yang menggali potensi lokal dengan memanfaatkan sumber yang ada.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti mengatakan luas lahan pertanian di Kabupaten Sukoharjo tercatat 20.460 hektare. Dari jumlah tersebut, terdiri dari sawah irigasi teknis 14.469 hektar, sawah irigasi setengah teknis 2.241 hektar, irigasi sederhana 1.874 hektar, dan sawah tadah hujan 1.876 hektar.

Dari 14.469 sawah irigasi teknis, 73 persen di antaranya bergantung pada aliran air dari Dam Colo. Sedangkan 27 persen dari irigasi provinsi maupun kabupaten. Untuk itu, petani yang tidak memiliki sumber air lainnya, otomatis tidak bisa menanam padi saat Dam Colo ditutup.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Masjid Al Barokah Koramil Tawangsari Sukoharjo Diresmikan, Diharapkan Bisa Membawa Nikmat

“Untuk itu, selama Dam Colo ditutup, petani yang ingin menanam padi dituntut untuk menggali potensi sumber air lain dan salah satunya menggunakan pompa air,” jelas dia, Jumat (18/10/2019).

Netty juga mengatakan, hingga akhir September, kondisi pertanian di Sukoharjo tercatat seluas 11.934 hektar. Terdiri dari tanaman padi seluas 10.914 hektar, palawija 711 hektar, hortikultura 148 hektar, dan perkebunan 167 hektar. Untuk bulan Oktober ini, ujar Netty, potensi sawah beririgasi masih terdapat lahan seluas 1.535 hektar yang bisa ditanami dengan catatan petani bisa mencari sumber air alternatif.

Baca Juga :  Jelang Natal Tahun Baru di Sukoharjo, Ancaman dan Hal-hal Ini yang Perlu Diperhatikan dan Diwaspadai

“Kami sudah mengajukan bantuan pengembangan sumber air ke Kementerian Pertanian, namun karena keterbatasan anggaran, belum semua kebutuhan terpenuhi,” ujar dia. Aria

Loading...