loading...
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dalam konferensi pers bertajuk ‘Menjawab dan Melawan Kekhawatiran Pelemahan KPK’ di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sikap ketua umum Ormas Projo, Budi Ari Setiadi yang dinilai mengemis-ngemis jabatan di kabinet Jokowi Jilid II, dikritik keras oleh pendiri dan pemilik Seword.com, Alifurrahman S Asyari.

Sebelum ditunjuk sebagai Wakil Menteri…
Budi Ari Setiadi bahkan sampai mengancam bakal membubarkan Projo.

Lantaran sikaonya itulah, kemarin, Alif menutup sementara situs Seword.com sebagai bentuk protes atas dilantiknya Budi Arie Setiadi sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Saat itu, semua artikel yang disajikan oleh Seword tidak bisa diakses dan dibuka. Adapun yang bisa dilihat di situs itu hanya banner seperti #AlifforWapres.

“Itu bahasa satire. Tagar itu menyindir Projo, membalas tagar #budiarieformenteri,” ujar Alif saat dihubungi Tempo pada Minggu (27/10/2019).

Baca Juga :  Kabar Baik, 8 Pasien Positif Corona Asal Magetan Dinyatakan Sembuh Setelah 14 Hari Dirawat di Madiun

Alif juga mengkritik sikap Budi Arie yang batal membubarkan Projo setelah mendapat posisi di Kabinet Jokowi Jilid II.

Pernyataan resmi Projo untuk membubarkan diri hanya bertahan dua hari.

Pada Jumat lalu, Budi dipanggil Jokowi ke Istana Negara dan ditunjuk sebagai Wakil Menteri. Seketika, niat Budi membubarkan organisasi relawan itu batal.

“Ya kita mau pamit tapi ditugaskan lagi, gimana?” kata Budi usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat lalu.

Secara pribadi, Budi bahkan mengaku sudah mulai menerima bekas rival Jokowi, Prabowo Subianto di kabinet.  “Sudah so so, sudah ada cinta sedikit,” kata dia.

Baca Juga :  Ini Aktivitas Imam Suroso, Anggota DPR RI yang Meninggal Positif Corona

Alif pun menertawakan pernyataan tersebut. “Kalau saya di posisi ketua Projo, malu banget pasti. Itu soal harga diri. Lebih baik putih tulang daripada putih mata. Tapi Projo kayaknya enggak punya malu ya. Jadi tawaran diterima, dan Projo batal bubar karena sudah dapat jabatan,” ujar Alif.

www.tempo.co