JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Tim Bola Voli Putri Unisri Jawara dalam Laga di UGM

Tim voli putri Unisri Solo berfoto bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Unisri Dr Sutoyo usai menjurai turnamen Gadjah Mada Cup 2019 Champions di UGM Yogyakarta / dok Humas Unisri

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim bola voli putri Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo tampil sebagai juara dalam turnamen Gadjah Mada Cup 2019 Champions di kampus UGM Yogyakarta.

Di final kemarin, Unisri mengalahkan tim favorit Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan skor 3:2. Beberapa minggu sebelumnya, tim besutan pelatih Chairul Pramanto dan manager Sihono itu juga tampil sebagai runner up pada pekan olahraga mahasiswa (Pomprov) Jateng 2019.

“Tentu saja kami bangga dengan prestasi anak-anak ini, karena membawa nama harum Universitas Slamet Riyadi,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr Sutoyo.

Baca Juga :  3 Mahasiswa UNS Sulap Minyak Nyamplung Jadi Obat Luka Bakar

Sutoyo mengatakan, untuk membangun tim bola voli Unisri yang tangguh dan berprestasi, baik putra dan putri, tak semudah membalikkan tangan.

Butuh kecermatan dalam perekerutan. Menurut dia, ada beberapa cara dalam perekerutan atlet mahasiswa. Pertama, melalui jalur penerimaan mahasiswa baru (PMB) reguler tanpa beasiswa.

Kedua melalui jalur beasiswa, baik beasiswa bidik misi, BPMKM, maupun beasiswa lainnya. Setelah itu, mereka digembleng dalam latihan secara rutin dan dibina tanpa henti.

Meski atlet berprestasi, namun mereka tetap diperlakukan seperti mahasiswa pada umumnya dan tidak diistimewakan. Mereka hanya diberi dispensasi saat berlatih dan saat bertanding atau kompetisi.

Baca Juga :  3 Tim FSRD ISI Surakarta Maju Final Gemastik XIII 2020 Kemdikbud

Misalnya, pada saat ujian semesteran mereka diperbolehkan tidak ujian karena mengikutii pertandingan.

Tapi kalau turnamen sudah selesai, mereka harus mengikuti ujian sususulan. Kebijakan tersebut juga berlaku bagi atlet mahasiswa lainnya, seperti taekwondo, bulu tangkis, tanis meja, dan lainnya.

Bagi Sutoyo, mahasiswa atlet berpretasi adalah sosok panutan atau figur di masyarakat, terutama bagi mahasiswa lainnya.

“Karena itu, kita berpesan pada anak-anak untuk menjaga sikap yang baik, jujur, sportif, percaya diri, disiplin, dan lainnya,” katanya, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews. suhamdani