JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Udara Terasa Sangat Panas, Perlukah Minuman Isotonik? Ini Kata Pakar Kesehatan

madu borneo
madu borneo
madu borneo

Ilustrasi minum air putih. Foto: pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM — Belakangan ini suhu udara terasa sangat panas terutama di siang hari. Apalagi bagi yang kesehariaanya beraktivitas di luar ruangan, tentulah akan merasakan keadaan ini dan cepat merasa haus. Pakar kesehatan mengingatkan agar kebutuhan air tubuh tetap terpenuhi untuk mencegah masalah semisal dehidrasi.

Namun, perlukah sampai meminum cairan isotonik untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang teruatama saat beraktivitas di luar ruangan?

“Isotonik boleh tetapi tetap harus air putih yang utama. Di saat-saat tertentu misalnya habis liputan ke luar ruangan ingin minum minuman isotonik boleh,” ujar dr Alni Magdalena dari Alodokter di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Baca Juga :  Apa itu Norovirus, Masalah Kesehatan yang Tengah Mewabah di Cina?

Menurut dia, cairan isotonik terasa lebih menyegarkan dan cepat terasa efeknya untuk tubuh sehingga menjadi pilihan sebagian orang. Tetapi dia mengingkatkan Anda untuk memperhatikan kadar gula dalam minuman itu.

“Isotonik enaknya dia lebih segar dan cepat terasa. Tetapi perlu perhatikan kadar gulanya. Kalau kadar gulanya terlalu banyak nggak baik,” kata dia.

Sebaiknya pilih minuman yang kadar gulanya tidak berlebihan karena bisa berdampak buruk bagi tubuh. Hal itu antara lain memicu munculnya timbunan lemak pada lingkar pinggang dan perut, karies gigi, dan kerusakan hati.

Baca Juga :  Hindari Kebiasaan Minum Kopi Sebelum Sarapan, Ini Bahayanya

Sebenarnya, tidak ada batasan maksimal cairan isotonik yang disarankan pada orang sehat, karena saat berlebihan cairan akan dikeluarkan melalui urin. Namun pada mereka yang mengalami gangguan ginjal sebaiknya konsultasilah dulu dengan dokter sebelum memutuskan meminum cairan isotonik.

“Sama seperti vitamin C, kalau berlebihan warna urin akan menjadi kuning. Sama juga dengan isotonik hanya kita nggak merasa karena tidak berwarna. Kalau punya gangguan ginjal jangan sembarangan, harus konsultasi dengan dokter,” kata Alni.

www.republika.co.id