JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

UNS Sulap Sisa Hasil Produksi Nyamplung untuk Kosmetika

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim riset Farmasi Bahan Alam Universitas Sebelas Maret (UNS)  Surakarta bekerja sama dengan BUMDesa Panggungharjo dan UKM Andromeda, Karanganyar memanfaatkan nyamplung dan limbah sisa hasil produksinya sebagai bahan baku kosmetika.

Ketua tim P2M Prodi Farmasi UNS, Fea Prihapsara melalui rilis yang dikirimkan ke Joglosemarnews menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dirintis sejak tahun 2017 lalu.

Kegiatan itu merupakan tahap inisiasi pengembangan produk inovatif berbasis minyak nyamplung. Minyak nyamplung atau dikenal dengan nama Tamanu Oil memiliki daya antibakteri dan antiinflamasi.

Dok Farmasi UNS

“Secara tradisional ini dapat digunakan untuk membantu mengurangi jerawat, eksim, bisul dan mempercepat penyembuhan luka,” papar Fea.

Baca Juga :  1.400 Mahasiswa Baru Unisri Ikuti Orientasi Kampus

Produk yang dikembangkan dalam kegiatan ini adalah sabun dan body scrub dengan memanfaatkan bungkil, yang merupakan sisa hasil produksi minyak nyamplung.

Hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti di Farmasi UNS menunjukkan, bungkil limbah nyamplung masih memiliki kandungan minyak nyamplung dan aktivitas antioksidan.

“Seiring produksi minyak nyamplung yang meningkat, limbah sisa hasil produksi juga meningkat dan belum termanfaatkan sebagai bahan kosmetika,” bebernya.

Bertolak dari masalah itulah, tim peneliti dan pengabdian dari Farmasi UNS yang diinisiasi oleh Rita Rakhmawati, Anif Nur Artanti dan Saptono Hadi memanfaatkan bungkil nyamplung sebagai bahan scrub (pengampelas) pada sabun dan body scrub.

Ke depannya, lanjut Fea, pengembangan sediaan farmasi dan kosmetik menggunakan bahan  nyamplung berbasis riset akan terus dilakukan seperti sediaan sabun cair, shampo, body lotion dan facial cleanser.

Baca Juga :  Tanding Tenis Meja SD Muh 1 Vs SD Muh 2 Solo, Cara Jalin Silaturahmi dan Persaudaraan Kedua Sekolah

Rita Rakhmawati menambahkan, pelatihan digitalisasi marketing juga diberikan sebagai pendampingan kepada UKM Mitra, sehingga jangkauan pemasaran menjadi lebih luas bila produk siap dikomersilkan dan bersaing di pasaran.

Dikatakan Rita, dua produk inovasi menggunakan bungkil itu  merupakan salah satu upaya memaksimalkan pengelolaan nyamplung selain biji yang diolah dalam bentuk minyak, bungkil sisa pengolahan juga bisa dimanfaatkan.

“Kegiatan ini juga merupakan upaya meminimalkan sampah di kawasan mitra yang berdampak nyata bagi masyarakat serta menghasilkan produk bernilai ekonomi,” ujarnya. suhamdani