JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

23 % Pelajar Terpapar Radikalisme, Babinsa Kodim Sragen Dikerahkan Blusukan ke Sekolah Beri Wawasan Kebangsaan 

Pembinaan wawasan kebangsaan oleh Babinsa di SMKN 1 Plupuh. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pembinaan wawasan kebangsaan oleh Babinsa di SMKN 1 Plupuh. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ancaman paham radikal yang menyusup ke kalangan remaja dan mahasiswa memantik keprihatinan tersendiri. Menyikapi hal itu, Kodim Sragen langsung terpanggil untuk melakukan pembinaan wawasan kebangsaan di sekolah-sekolah wilayah setempat.

Salah satunya di SMK 1 Plupuh, pagi tadi. Sosialisasi wawasan kebangsaan itu dipandu oleh Babinsa Karangtengah, Koramil Sragen Serma Harun Yunianto.

Wawasan kebangsaan itu digelar di halaman SMKN 1 Plupuh yang diikuti sekitar 100 orang siswa Kelas 10 dan 11 SMK.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasek SMKN 1 Plupuh, Mulyono dan Danramil Plupuh, Kapten Kav. Suhartono.

Serma Harun mengatakan ancaman terkini tentang era globalisasi yang meliputi Perang Budaya, Perang Biologi, Perang  Keuanga, Perang Cyber, Perang Media, perang Lingkungan serta Perang Narkoba.

Baca Juga :  Duh Gusti, 4 Karaoke Cafe Lethong Sragen Ternyata Diam-Diam Nekat Bangkit Buka Lagi. Jumlahnya Malah Tambah Banyak, Padahal Sudah Divonis Ilegal dan Ditutup!

Menurutnya, pada tahun 2065 diprediksi akan mengalami krisis energi yaitu cadangan minyak bumi akan habis. Hal itu akan tergantikan dengan sumber daya yaitu sumber daya hayati atau sumber daya dari tumbuh-tumbuhan yang berada di negara yang dilewati garis khatulistiwa yang termasuk adalah negara indonesia.

“Menurut survei yang telah dilakukan mahasiswa dan pelajar di Indonesia sudah terpapar radikal sebesar 23%. Oleh karena itu, lewat penanaman wawasan kebangsaan yaitu menanamkan kembali ideologi Pancasila dengan cara cara mengimplementasikan Pancasila di kehidupan sehari-hari. Yang meliputi toleransi antar beragama saling menghormati menghargai keberagaman menjaga persatuan, kesatuan dan menjaga kerukunan. Serta menumbuhkan kebudayaan Indonesia sehingga terciptalah cinta tanah air, “ paparnya.

Baca Juga :  Rampok Sate Mahbang Sragen Sempat Dipergoki Jalan Kaki, Usai Gondol Uang Rp 80 Juta Seperti Nylorot ke Atas Motor Satria..

Selain materi wasbang, Serma Harun bersama siswa jug melaksanakan games edukasi penanggulangan bencana. Lewat berbagai permainan yang dibawakan oleh instruktur para peserta dikenalkan berbagai macam ancaman bencana alam.

Mulai dari angin puting beliung, gempa bumi, tanah longsor dan banjir. Hingga secara tidak sadar, para peserta ditanamkan langkah-langkah yang menjadi prosedur penyelamatan diri.

“Tidak hanya kita saja yang harus paham ancaman bencana dan penanganannya, tapi keluarga besar kita harus mengetahui ancaman bencana ini, kita kemas dalam bentuk kegiatan outbound,” ujar Harun. Wardoyo