loading...
Loading...
Pembinaan wawasan kebangsaan oleh Babinsa di SMKN 1 Plupuh. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ancaman paham radikal yang menyusup ke kalangan remaja dan mahasiswa memantik keprihatinan tersendiri. Menyikapi hal itu, Kodim Sragen langsung terpanggil untuk melakukan pembinaan wawasan kebangsaan di sekolah-sekolah wilayah setempat.

Salah satunya di SMK 1 Plupuh, pagi tadi. Sosialisasi wawasan kebangsaan itu dipandu oleh Babinsa Karangtengah, Koramil Sragen Serma Harun Yunianto.

Wawasan kebangsaan itu digelar di halaman SMKN 1 Plupuh yang diikuti sekitar 100 orang siswa Kelas 10 dan 11 SMK.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasek SMKN 1 Plupuh, Mulyono dan Danramil Plupuh, Kapten Kav. Suhartono.

Serma Harun mengatakan ancaman terkini tentang era globalisasi yang meliputi Perang Budaya, Perang Biologi, Perang  Keuanga, Perang Cyber, Perang Media, perang Lingkungan serta Perang Narkoba.

Menurutnya, pada tahun 2065 diprediksi akan mengalami krisis energi yaitu cadangan minyak bumi akan habis. Hal itu akan tergantikan dengan sumber daya yaitu sumber daya hayati atau sumber daya dari tumbuh-tumbuhan yang berada di negara yang dilewati garis khatulistiwa yang termasuk adalah negara indonesia.

Baca Juga :  2 Danramil di Kodim Sragen Dimutasi. Dandim Sebut Jabatan Efisiennya Maksimal 3 Tahun Agar Tak Ada Penyimpangan

“Menurut survei yang telah dilakukan mahasiswa dan pelajar di Indonesia sudah terpapar radikal sebesar 23%. Oleh karena itu, lewat penanaman wawasan kebangsaan yaitu menanamkan kembali ideologi Pancasila dengan cara cara mengimplementasikan Pancasila di kehidupan sehari-hari. Yang meliputi toleransi antar beragama saling menghormati menghargai keberagaman menjaga persatuan, kesatuan dan menjaga kerukunan. Serta menumbuhkan kebudayaan Indonesia sehingga terciptalah cinta tanah air, “ paparnya.

Selain materi wasbang, Serma Harun bersama siswa jug melaksanakan games edukasi penanggulangan bencana. Lewat berbagai permainan yang dibawakan oleh instruktur para peserta dikenalkan berbagai macam ancaman bencana alam.

Baca Juga :  Soal Rekomendasi PDIP di Pilkada Sragen 2020, Begini Jawaban Ketua DPC Pasca Rakernas!

Mulai dari angin puting beliung, gempa bumi, tanah longsor dan banjir. Hingga secara tidak sadar, para peserta ditanamkan langkah-langkah yang menjadi prosedur penyelamatan diri.

“Tidak hanya kita saja yang harus paham ancaman bencana dan penanganannya, tapi keluarga besar kita harus mengetahui ancaman bencana ini, kita kemas dalam bentuk kegiatan outbound,” ujar Harun. Wardoyo

 

Loading...