JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

237 Desa Kabupaten Rembang Hari Ini Gelar Pilkades Serentak. Awas, Ada 11 Desa Masuk Kategori Rawan! 

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 237 Desa di Kabupaten Rembang melaksanakan pemilihan kepala Desa secara serentak hari ini, Rabu (6/11/19). Desa-desa itu tersebar di sebanyak 14 Kecamatan se-Kabupaten Rembang.

“Persiapannya kita sudah rencanakan dari awal, mulai mapping tentang pra sampai pascanya. Sehingga hari ini kita tunjukkan kepada masyarakat dari sisi keamanan kita siap. Dan itu semuanya yang akan memback up keamanan di sebanyak 237 Desa penyelenggara Pilkades,” ujar Bupati Rembang, Abdul Hafidz, kepada wartawan, Rabu (6/11/2019) pagi.

Hafidz menyebutkan, tidak ada desa yang gagal melaksanakan Pilkades tahun ini. Artinya jumlah Desa penyelenggara Pilkades telah sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Meskipun ada satu Desa yakni Desa Menoro Kecamatan Sedan yang proses tahapan Pilkades digugat ke PTUN.

Baca Juga :  Dipimpin Kapolda Ahmad Luthfi, Polda Jateng Kurban 221 Ekor Sapi dan 519 Ekor Kambing

“Semua seratus persen kita laksanakan, tidak ada yang tersisa, memang ada satu yang masih dalam proses PTUN, tapi PTUN itu tidak bisa menghentikan tahapan Pilkades. Apalagi ini baru tahapan memeriksa dokumen, dan saksi, belum sampai materi,” terangnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Dolly Arimaxionari Primanto menyebut ada sebanyak 11 Desa yang dianggap rawan berkonflik. Meski demikian, ia berharap agar pelaksanaan Pilkades serentak kali ini dapat berjalan dengan lancar.

“Pemetaan ada beberapa Kecamatan dan Desa yang rawan. Ada 11 Desa yang sementara ini, ya semoga ini kategori aman semua. Rawannya ini muncul berdasarkan kita mempelajari dari kejadian di 2013, mudah-mudahan ini jadi spion saja ya,” katanya.

Baca Juga :  Kisah Warga Jepon Blora Tinggal di Dekat Pabrik Briket, Mengaku Kerap Hirup Debu hingga Anaknya Sesak Nafas

Dolly menjelaskan, ada sebanyak 2.000 personil dari kepolisian gabungan dari Polres Rembang, Pati, Blora, Kudus dan Demak telah dikerahkan guna melakukan pengamanan. Hanya saja, dalam pengamanan ia menyebut personil tidak akan dibekali dengan senjata api.

“Kita siapkan 2.000 personil baik dari Polri, TNI, dibantu Linmas dan elemen masyarajat juga. Ada Polres eks wil Pati, dari Blora, Kudus, Demak, Pati. Tanpa senpi, ini semua pure hanya alat tongkat dan alsus saja. Karena sebagai pendekatan yang humanis begitu ya,” jelasnya. JSnews