JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

70 % Sekolah Disebut Terindikasi Belum Ramah Anak, Kadisdik Semarang Meradang. “Kepala P3AKB Aja Sak Penake Dewe”! 

Ilustrasi Siswa SD
Ilustrasi Siswa SD

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo membantah pernyataan Dinas P3AKB soal masih banyak sekolah belum ramah anak.

Sebaliknya ia mengklaim kebanyakan sekolah yang berada di bawah naungan Disdikbudpora Kabupaten Semarang sudah mengarah pada sekolah ramah anak.

“Kalau 30 persen sudah lebih. Kebanyakan sudah mengarah ke sekolah ramah anak.  Kriteria dan indikator sekolah ramah anak yang dikehendaki Dinas P3AKB yang seperti apa? Kalau terhadap anak usia sekolah, kami memandang sudah ramah anak,” tandas Katon, panggilan akrab Sukaton Purtomo Priyatmo, belum lama ini kepada wartawan di Semarang.

Baca Juga :  25 Orang Lolos Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng, Timsel Buka Masukan dan Saran

Katon menjelaskan, Dinas Pendidikan memiliki standar pelayanan minimal yang diatur dalam Permendikbud tentang standar pelayanan minimal pendidikan.

Menurutnya, lokasi atau letak fasilitas maupun sarana prasarana sekolah seperti ruang kelas, toilet atau kamar mandi dan WC sudah diatur tempatnya.

“Jangan melanggar standar pelayanan minimal pendidikan. Kalau toilet ditempatkan di depan tidak boleh, kan kita punya standar minimal pelayanan pada pendidikan, ada rambu-rambunya, Dinas P3AKB aja sak enake dewe,” tegasnya.

Baca Juga :  Bengkel Variasi Motor Pati Terbakar Hebat, Harta Rp 2 Miliar Hangus Dalam Sekejap

Katon menjelaskan, sekolah yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai SMP. Sedangkan sekolah tingkat SMA/SMK menjadi kewenangan Pemprov Jateng.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa upaya Disdikbudpora untuk mewujudkan sekolah ramah anak sudah berbicara masalah mutu pendidikan.

Mutu pendidikan ini pengaruhi empat faktor, yakni kebijakan pemmerintah, sarana dan prasarana, kepemimpinan atau leadership kepala sekolah, dan guru di sekolah.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua