JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Awas, Desa Yang Tak Anggarkan Pencegahan Stunting, Pencairan ADD Bakal Ditahan! 

Ilustrasi stunting
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi stunting

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Semarang, dr Mundjirin meminta para kepala desa di Kabupaten Semarang untuk lebih serius mencegah terjadinya kasus stunting (gagal tumbuh) anak hingga usia dua tahun. Bahkan Bupati  mengancam akan menunda alokasi dana desa (ADD) bagi pemerintah desa (pemdes) yang tidak mengalokasikan anggaran untuk program cegah stunting.

“Kasus kematian ibu melahirkan dan bayi lahir serta stunting harus menjadi perhatian serius, karena ini bagian penting pembangunan kependudukan. Kalau dibiarkan berdampak buruk yang merugikan kita semua. Peran kader PKK dan kesehatan di tingkat desa sangat penting untuk menurunkan dan mencegah masalah itu,” tandas Mundjirin kepada wartawan saat pencanangan hari kesatuan gerak PKK dan KB Kesehatan tingkat Kabupaten Semarang di lapangan Kantor Kecamatan Bawen, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga :  Inilah Fenomena Pembelajaran Daring yang Terjadi di Kudus

Menurut Bupati, selama ini kader PKK telah bekerja simultan tanpa kenal lelah untuk mendukung gerakan itu. Ia minta seluruh unsur kesehatan dan pelaksana program kependudukan terus bekerja sama dengan kader PKK di desa.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Beberkan Sejumlah Kepala Daerah Enggan Gelar Tes Massal Covid-19

“Mereka ujung tombak pembangunan kependudukan, termasuk mencegah terjadinya kasus kematian ibu dan bayi serta stunting,’’ tegasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Bintang Narsasi Mundjirin mengatakan para kader PKK bekerja sama dengan para bidan, tenaga kesehatan dan dokter untuk menurunkan serta mencegah kematian ibu dan bayi serta stunting.

“Pemberdayaan kepada mereka terus dipacu agar upaya pencegahan bisa berjalan baik,” ujarnya. Wardoyo