JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Trenyuh, Siswa PSHT Sragen Yang Tewas Saat Latihan Ternyata Anak Keluarga Kurang Mampu. Bapak Ibunya Berprofesi Petani dan Sangat Terpukul 

Ratusan warga PSHT dan warga setempat memadati pemakaman MA (13) siswa PSHT yang tewas terkena tendangan pelatih saat latihan di Gemolong. Foto/Wardoyo
Ratusan warga PSHT dan warga setempat memadati pemakaman MA (13) siswa PSHT yang tewas terkena tendangan pelatih saat latihan di Gemolong. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus tewasnya MA (13) siswa perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) asal Saren, Kalijambe, Sragen, akibat tendangan pelatih saat latihan, menyisakan kisah pilu.

Siswa kelas 1 MTS yang tewas saat latihan PSHT di wilayah Kaloran, Gemolong, Minggu (24/11/2019) malam tersebut, ternyata diketahui berasal dari keluarga kurang mampu.

“Korban bisa dibilang dari keluarga kurang mampu. Wong rumahnya juga sederhana, bapak ibunya pekerjaannya petani,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Kalijambe, Iptu Aji Wiyono.

Dari pantauan di lapangan, rumah korban memang terlihat sederhana. Berdinding papan kayu dan berkonstruksi sederhana.

Sayangnya, saat wartawan mencoba mengorek keterangan, orangtua korban masih terlihat sangat terpukul.

MA sendiri dimakamkan Senin (25/11/2019) siang di pemakaman desa setempat.

Pemakaman juga dihadiri sejumlah pengurus cabang hingga ranting PSHT. Termasuk rekan-rekan siswa baru yang latihan bersama MA saat kejadian.

Suasana haru dan isak tangis mengiringi pemberangkatan jenasah bocah cilik itu menuju pemakaman.

Ratusan warga PSHT dan warga setempat bahkan turut mengantar sampai pemakaman. Aura duka begitu menyelimuti suasana pemakaman siang itu.

Baca Juga :  Awas, 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Sragen Belum Terlacak Sumber Penularnya. Berikut Daftar 4 Tambahan Pasien Positif Tanggal 18 September!

Pemakaman sendiri sempat tertunda lantaran jenasah MA harus diotopsi terlebih dahu di Solo.

Ketua Cabang PSHT Sragen Pusat Madiun, Jumbadi mengatakan pihaknya bersama jajaran pengurus cabang dan ranting serta pelatih di Gemolong, juga turut hadir di rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa.

“Kami datang ke rumah duka sekitar pukul 11.00 WIB,” tuturnya.

Dirinya dan jajaran pengurus cabang tiba di kediaman korban saat jenasah masih menunggu proses otopsi di RSUD Moewardi Solo.

Jumbadi menguraikan selain ucapan belasungkawa, pihaknya juga menyampaikan santunan dari pengurus cabang, ranting dan kelompok ranting serta anggota yang latihan.

“Ya sekadar untuk ungkapan duka cita. Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya,” urai Jumbadi.

Seperti diberitakan, siswa kelas satu MTS itu ditemukan meregang nyawa saat mengikuti latihan rutin perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT).

Insiden tragis itu terjadi tadi malam, Minggu (24/11/2019) pukul 23.00 WIB. Siswa mungil itu meninggal diduga mendapat latihan fisik dan tendangan dari seniornya.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden itu terjadi saat korban mengikuti latihan di wilayah Dukuh Ngrendeng RT 22, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Sragen.

Baca Juga :  Klaster Meluas 6 Pasien Positif Covid-19 Sragen Tulari 8 Orang, 2 Warga Positif Setelah Perjalanan dari Purwokerto dan Boyolali. Berikut Daftar 10 Pasien Positif dan 47 Sembuh Hari Ini!

Menurut sejumlah saksi, malam itu korban mengikuti latihan bersama sekitar 20 peserta PSHT pemula lainnya.

Korban mengikuti latihan mulai pukul 20.00 WIB. Semula, latihan berjalan biasa saja.

Saat korban mengikuti latihan dan sedang posisi kuda-kuda kemudian diberikan tendangan A atau dengan ujung kaki oleh seniornya, FAS (16) asal Donoyudan, Kalijambe satu kali ke arah perut, korban langsung terjengkang dan jatuh ke belakang.

Seketika itu, korban langsung kejang-kejang. Situasi latihan langsung geger. Seketika, FAS langsung berusaha menolong korban dengan cara diurut perutnya.

Namun korban tidak sembuh kemudian korban dibawa oleh beberapa senior lainnya ke bidan di wilayah Saren.

Namun kondisi korban tetap tak sadarkan diri.

Korban kemudian dirujuk ke RS Yakssi Gemolong namun sesampai di RS Yakssi korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kasus ini akhirnya menyeret FAS sebagai tersangka. FAS sudah ditahan di Mapolres Sragen. Saat ini penyidik masih mengusut kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk mengusut penanggungjawab latihan, sertifikasi pelatih dan SOP kurikulum maupun latihan di PSHT. Wardoyo