JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Bongkar Anggaran Janggal, PSI Panen Dukungan

Fraksi PSI DPRD DKI mendapatkan beberapa papan ucapan yang berisi dukungan setelah membuka anggaran janggal DKI, Senin (4/11/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sikap berani fraksi PSI yang membongkar anggaran janggal dalam KUA PPAS di rancangan APBD 2020 Jakarta membuahkan dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak.

Ucapan tersebut disampaikan dalam papan ucapan bunga yang telah berjejer di depan Gedung DPRD DKI di Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019) pagi.

Dalam karangan bunga tersebut dituliskan sejumlah ucapan terimakasih dan dukukungan kepada PSI, seperti ucapan dari Sahabat PSI yang meminta PSI untuk terus mengawal proses perencanaan anggaran DKI.

“Bro & sis PSI tetap semangat terus mengawal proses penganggaran Jakarta yang harus transparan,” tulisnya.

Baca Juga :  Korban Lapindo Sambut Baik Rencana PUPR Ajukan Usulan Rp 1,5 T untuk Ganti Rugi

Selain itu juga ada pujian kepada Fraksi PSI yang telah membuka anggaran janggal pembelian lem senilai Rp 82 miliar.

“Hey PSI Anak Baru! Biar Lem Jadi Perekat Suara Rakyat. Akan Kami Catat dengan Bolpen Emas,” tulisnya lagi.

Sebagaimana diketahui, Fraksi PSI menjadi sorotan setelah salah satu anggota fraksinya William Aditya Sarana membeberkan temuan anggaran janggal di KUA PPAS DKI 2020 seperti lem senilai Rp 82 miliar lalu ballpoint sebesar Rp 124 miliar.

Dalam rapat komisi A, Wiliam pun mendapat teguran dari Wakil Ketua Komisi A Inggard Joshua yang berasal dari Fraksi Gerindra.

Baca Juga :  Giliran FPI, Alumni 212, dan Rizieq Shihab Desak Pemerintah Tunda Pemilihan Kepala Daerah. Sebut Pilkada 2020 sebagai Pilkada Maut

“Sebagai anggota dewan kita perlu punya rasa harga diri dan punya tata krama dalam rangka menyampaikan aspirasi,” katanya.

Inggard menilai William seharusnya tak boleh berkoar-koar kepada masyarakat sebelum anggaran tersebut dibahas oleh DPR bersama pemerintah.

Secara terpisah, William menyatakan dirinya membuka anggaran tersebut karena Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Anies menyembunyikan rancangan anggaran yang seharusnya bisa diakses oleh publik.

Hal itu, menurut dia, menutup ruang partisipasi dalam mengawasai uang rakyat.

“Kenapa (anggaran) disembunyikan? Beri ruang anggota DPRD mengkritisi. Beri ruang publik berpartisipasi,” kata William soal anggaran janggal tersebut.

www.tempo.co