JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Dampak Bom Bunuh Diri Medan, Polresta Solo Antisipasi Dengan Bina Puluhan Ojol

Antisipasi radikalisme di wilayah hukumnya, Polresta Solo melakukan binaan terhadap puluhan ojek online (Ojol) di Kita Solo, Kamis (14/11/2019). Pembinaan dilakukan dengan mendatangi langsung para pengemudi ojol di basecamp mereka di Jalan Cipto Mangunkusumo, Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Istimewa
loading...
Loading...
Antisipasi radikalisme di wilayah hukumnya, Polresta Solo melakukan binaan terhadap puluhan ojek online (Ojol) di Kita Solo, Kamis (14/11/2019). Pembinaan dilakukan dengan mendatangi langsung para pengemudi ojol di basecamp mereka di Jalan Cipto Mangunkusumo, Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Antisipasi radikalisme di wilayah hukumnya, Polresta Solo melakukan binaan terhadap puluhan ojek online (Ojol) di Kota Solo, Kamis (14/11/2019). Pembinaan dilakukan dengan mendatangi langsung para pengemudi ojol di basecamp mereka di Jalan Cipto Mangunkusumo, Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo.

Menurut Kanit Polmas Sat Binmas Polresta Solo, AKP Eddi Hartono, pembinaan dilakukan sebagai tindak lanjut dari peristiwa bon bunuh diri di Poltabes Medan belum lama ini.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari antisipasi penyebaran paham radikal dikalangan driver ojol. Kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan bisa menjadi pelajaran penting untuk semua melawan radikalisme. Kami memberitahu driver ojol penyebaran paham radikalisme bisa masuk melalui medsos (media sosial) dan bisa melalui orang yang baru saja kita kenal,” paparnya.

Baca Juga :  UMS Jadi Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia Tahun 2019 Versi 4icu

Selain itu, pihak kepolisian juga menghimbau agar para driver ojol tidak meminjamkan atribut driver seperti jaket dan helm kepada orang lain.

“Karena rentan disalahgunakan untuk tindakan kejahatan. Kami meminta para driver bekerja secara profesional. Jangan tergoda dengan ajakan yang bertentangan dengan agama dan melanggar hukum. Kalau ada yang mencurigakan segera laporkan ke polisi,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu driver ojol, Supardi (46) mengaku khawatir pasca kejadian bom bunuh diri di Polrestabes Medan dengan pelaku mengenakan atribut ojol dapat mempengaruhi pendapatan sebagai driver.

Baca Juga :  Kericuhan 2 Massa di Sekitar Markas NU Solo, Diduga Disebabkan Kasus Gus Muwafiq

“Kasus itu membuat citra driver ojol menjadi rusak. Selama ini para driver ojol menentang keras aksi kejahatan dalam bentuk apapun termasuk terorisme. Kami mengutuk aksi terorisme,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...