loading...
Ilustrasi / tempo.co

MAKASSAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Dua orang siswa sekolah dasar di Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penculikan.

Tragisnya, kedua korban diculik untuk ditukar dengan beras di sebuah toko di Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini.

Kedua bocah berusia 9 tahun itu berinisial AP dan RD, tersebut ditukar dengan dua karung beras seberat 25 kilogram di toko barang campuran.

“Kedua korban itu diculik untuk ditukar beras,” kata Kepala Kepolisian Sektor Rappocini Komisaris Edhy Supriyadi pada Kamis (21/11/2029).

Edhy menceritakan bahwa kejadian itu diketahui pada saat pemilik toko barang campuran tadi melapor ke polisi. Anak tersebut ditinggalkan pelaku penculikan begitu saja di tokonya dengan alasan tidak membawa uang untuk membeli beras.

Baca Juga :  Masa Pandemi Corona Terjadi 400 Kehamilan Baru

Maka kedua anak kecil itu dijadikan jaminan pembayaran beras seharga Rp 540.000.

“Sampai sekarang belum diketahui pelakunya, yang jelas dia berkendara roda dua. Anak itu yang dijadikan jaminan.”

Menurut Edhy, ketika itu AP dan RD hendak pulang ke rumah masing-masing. Di tengah jalan mereka dijegat oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor matic.

Baca Juga :  Hendak Dicopot,  Dekan FK UPN Veteran Enggan Berspekulasi Itu Terkait Sejarah Dirinya dan Terawan

Mereka diancam dengan senjata tajam oleh pelaku penculikan agar bersedia diajak pergi. Bahkan, AP dan RD diiming-imingi uang masing-masing Rp 5.000 plus ayam goreng.

“Jadi korban takut untuk melarikan diri,” ucap Edhy.

Pelaku penculikan bersama dua anak itu berkendara untuk mencari toko yang mau menerima AP dan RD ditukar dengan beras.

“Ada sepuluh toko yang sempat disinggahi pelaku,” ujarnya.

www.tempo.co