JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Efek Kemarau Panjang, Sumber Air PDAM Anjlok 50 %. Warga Sempat Menjerit, Dirut Pastikan Pelayanan di Gondang-Sambirejo Sudah Normal 

Ilustrasi air PDAM


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Ilustrasi air PDAM

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Manajemen PDAM Sragen memastikan pelayanan di wilayah Kecamatan Gondang dan Sambirejo sudah kembali normal. Layanan air di Gondang dan Sambirejo yang sempat dioglang dan mati total pekan lalu sehingga membuat ribuan pelanggan sempat menjerit.

Dirut PDAM Sragen, Supardi mengatakan layanan di Desa Tunggul dan beberapa wilayah di sekitarnya sudah langsung ditangani.

“Sudah normal kembali. Kemarin hanya seminggu kita oglang. Selain kita droping, juga kita tingkatkan pasokan airnya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Supardi mengakui kondisi itu tak lepas dari dampak kemarau panjang. Hal itu membuat semua produksi air di PDAM utamanya yang berasal dari air permukaan dan mata air anjlok drastis.

Ia menyebut penurunan debit air mencapai 50 persen.

“Di Gondang kemarin 80 liter/detik, sekarang hanya 50 persen. Dampaknya akhirnya memang ke pelayanan seperti di Gondang dan Sambirejo yang kemarin terpaksa kita oglang,” urainya.

Baca Juga :  Tak Banyak Yang Tahu, Greysia Polii Ternyata Pernah Terlibat Skandal Memalukan di Olimpiade London 2012. Sampai Diganjar Kartu Hitam

Supardi menjelaskan persoalan di Gondang dan Sambirejo itu juga dipengaruhi pasokan air dari mata air Gumeng Karanganyar. Kemarau panjang membuat sumber air dari Gumeng juga turun signifikan.

Tak hanya ke Sragen, pasokan di wilayah Gumeng juga terpengaruh lantaran harus berbagi dengan petani.

“Di Jenawi kemarin malah parah sekali. Lalu di Kerjo juga. Karena sumber air di Gumeng turun drastis,” ujarnya.

Ia menyampaikan yang terjadi masalah kemarin hanya di wilayah Tunggul ke atas. Seperti di Winong, Jatisari, Penthuk, dan Plosorejo.

Ditambahkan, dampak kekeringan, produksi air di empat sumur PDAM wilayah Gondang dan Sambirejo juga menurun hanya tinggal 20 liter perdetik.

Baca Juga :  Cetak Sejarah, Greysia/Apriyani Rebut Emas Ganda Putri Bulutangkis Olimpiade Tokyo. Taklukkan Ganda China di Final

“Itu tidak cukup. Tambahan dari atas 50 liter perdetik harus dibagi 2, untuk Sambirejo 20 dan Gondang 25,” tandasnya. Wardoyo