JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Efek Kemarau Panjang, Sumber Air PDAM Anjlok 50 %. Warga Sempat Menjerit, Dirut Pastikan Pelayanan di Gondang-Sambirejo Sudah Normal 

Ilustrasi air PDAM
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi air PDAM

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Manajemen PDAM Sragen memastikan pelayanan di wilayah Kecamatan Gondang dan Sambirejo sudah kembali normal. Layanan air di Gondang dan Sambirejo yang sempat dioglang dan mati total pekan lalu sehingga membuat ribuan pelanggan sempat menjerit.

Dirut PDAM Sragen, Supardi mengatakan layanan di Desa Tunggul dan beberapa wilayah di sekitarnya sudah langsung ditangani.

“Sudah normal kembali. Kemarin hanya seminggu kita oglang. Selain kita droping, juga kita tingkatkan pasokan airnya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Supardi mengakui kondisi itu tak lepas dari dampak kemarau panjang. Hal itu membuat semua produksi air di PDAM utamanya yang berasal dari air permukaan dan mata air anjlok drastis.

Baca Juga :  Diisolasi 22 Hari, Kuli Panggul Positif Covid-19 Berusia 59 Tahun Asal Tanon Sragen Kembali Berhasil Sembuh. Tinggal 9 Pasien Positif Yang Masih Dirawat, Satu Meninggal Dunia

Ia menyebut penurunan debit air mencapai 50 persen.

“Di Gondang kemarin 80 liter/detik, sekarang hanya 50 persen. Dampaknya akhirnya memang ke pelayanan seperti di Gondang dan Sambirejo yang kemarin terpaksa kita oglang,” urainya.

Supardi menjelaskan persoalan di Gondang dan Sambirejo itu juga dipengaruhi pasokan air dari mata air Gumeng Karanganyar. Kemarau panjang membuat sumber air dari Gumeng juga turun signifikan.

Tak hanya ke Sragen, pasokan di wilayah Gumeng juga terpengaruh lantaran harus berbagi dengan petani.

Baca Juga :  Beringas, Ratusan Massa Berkonvoi Rusak 3 Tugu PSHT di Sragen. Satu Rumah Warga Juga Dirusak, Situasi Sempat Mencekam

“Di Jenawi kemarin malah parah sekali. Lalu di Kerjo juga. Karena sumber air di Gumeng turun drastis,” ujarnya.

Ia menyampaikan yang terjadi masalah kemarin hanya di wilayah Tunggul ke atas. Seperti di Winong, Jatisari, Penthuk, dan Plosorejo.

Ditambahkan, dampak kekeringan, produksi air di empat sumur PDAM wilayah Gondang dan Sambirejo juga menurun hanya tinggal 20 liter perdetik.

“Itu tidak cukup. Tambahan dari atas 50 liter perdetik harus dibagi 2, untuk Sambirejo 20 dan Gondang 25,” tandasnya. Wardoyo