JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Fadli Zon Minta Pemerintah Pulangkan Rizieq Shihab

Fadli Zon / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lama tak terdengar kabarnya, anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon kembali melontarkan komentarnya terkait posisi Rizieq Shihab yang masih tinggal di Arab Saudi.

Mantan Wakil Ketua DPR itu meminta pemerintah melindungi pemimpin Front Pembela Islam (FPI) yang masih menetap di Arab Saudi.

“Negara harus hadir melindungi HRS (Rizieq Shihab) dan memfasilitasi untuk bisa kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat,” tulis Fadli di akun Twitternya @fadlizon hari ini, Selasa ( 26/11/ 2019).

Menurut dia, jangan sampai hak Rizieq Shihab sebagai WNI untuk memperoleh perlindungan negara diabaikan hanya karena perbedaan pilihan politik dengan pemerintah.

Baca Juga :  SMPN 8 Solo Gelar Simulasi Penilaian Tengah Semester Secara Daring

Rizieq Shihab bermukim di Mekah mulai pertengahan 2017, sejak terjerat sejumlah kasus yang salah satunya dugaan perbincangan mesum di telepon seluler. Pengsutan kasus tersebut dihentikan pada Juni 2018, tetapi Rizieq Shihab belum juga kembali ke Indonesia.

Fadli Zon lantas menyitir Konvensi Wina 1961 Pasal 3 dan Konvensi Wina 1963 Pasal 5 bahwa negara berkewajiban melindungi warga negaranya yang tinggal di luar negeri.

Undang-Undang 37 Tahun 1999 pada Bab V Pasal 19 (b) menyatakan, “Perwakilan RI berkewajiban: memberikan pengayoman, Indonesia di luar negeri, sesuai di peraturan perundang-undangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional.”

Baca Juga :  Rektor Unisri: Penelitian dan Pengabdian Harus Menjadi Budaya Bagi Dosen

Diperkuat dengan Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pelayanan Warga pada Perwakilan RI di Luar Negeri.

Fadli Zon mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam rapat perdana dengan Komisi I DPR pada pekan lalu menyatakan salah satu prioritas program kementeriannya adalah diplomasi perlindungan warga negara.

“Upaya pemerintah untuk memulangkan HRS ke tanah air seharusnya bersifat imperatif, sebagai bukti kehadiran negara dalam melindungi WNI di luar negeri,” tuturnya tentang pemulangan Rizieq Shihab.

www.tempo.co