JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Pacaran Kebablasan 2 Siswa SMA dan SMK di Sukodono Sragen. Kapolres Ungkap Ada Panggilan Mesra Hingga Rayuan Untuk Buat Anak

Ilustrasi siswi hamil
Ilustrasi siswi hamil

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus siswi berinisial PK (17) yang ditemukan hamil dan melahirkan bayi prematur di Desa Gebang, Sukodono, Sragen, membuka tabir asmara dini siswi itu dengan pacarnya yang masih duduk di bangku SMK, berinisial DIK (16).

Hasil penyelidikan polisi, keduanya ternyata sudah lama berpacaran. Bahkan kepada polisi, si pelajar pria yang juga asal Sukodono itu mengaku sudah berulangkali melakukan hubungan layaknya suami istri.

Tak cukup sampai di situ. Hubungan asmara dini keduanya juga dibumbui dengan panggilan mesra.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan mengungkapkan kedua siswa itu juga selalu menggunakan panggilan mesra dalam setiap berkomunikasi.

Celukane wis Bapak karo Ibuk (panggilannya sudah Bapak dan Ibuk). Jadi mereka sudah saling memanggil bapak dan ibu,” ujar Kapolres.

Selain itu, hasil pemeriksaan juga menunjukkan DIK selalu melancarkan rayuan untuk mengajak PK melakukan hubungan intim.

Baca Juga :  Gara-gara Virus Bernama Corona, TMMD Sengkuyung di Desa Terpinggir Sragen Terpaksa Digelar Tanpa Upacara. Tapi Dandim Pastikan Proyek Jalan Cor Blok Sepanjang 947 Meter Tetap Dilaksanakan 30 Hari!

Rayuannya yakni mengajak PK membuat anak nanti dirinya siap bertanggungjawab.

“Dia ngomong Buk, ayo gawe adik ngko aku sing tanggungjawab ngopeni. Rayuannya seperti itu,” terang Kapolres.

AKBP Yimmy menegaskan pihaknya sudah menetapkan DIK itu sebagai tersangka persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Dari keterangan tersangka, dirinya memang sudah lama pacaran dengan PK dan sudah lebih dari satu kali melakukan hubungan intim.

“Pastinya begitu (berulangkali).  Keduanya memang sama-sama masih pelajar. Tua yang perempuan satu tahun. Yang perempuan 17 tahun 7 bulan, lakinya 16 tahun sekian bulan,” tutur Kapolres.

Saat ini, DIK sudah ditahan di Mapolres Sragen. Karena masih di bawah umur, kasus itu ditangani sepenuhnya oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim.

Menurutnya, penanganan terhadap tersangka juga berbeda karena masih anak-anak. Proses penyidikan juga dibatasi waktu 15 hari sejak penahanan.

Baca Juga :  Diiringi Hujan Air Mata, Ustadz Muda Habib MA Pimpinan Ponpes Shobo Guno Sragen Dimakamkan Pas Adzan Magrib. Ratusan Pelayat Menyaksikan dari Kejauhan

Seperti diberitakan, kasus ini bermula ketika warga digegerkan dengan kabar penemuan mayat bayi prematur di Gebang, Sukodono, Sragen, dua hari lalu.

Dari kabar yang diunggah di media sosial itu, kemudian polisi melacak dan mendapati fakta bahwa bayi itu barusaja dilahirkan oleh PK yang mengalami pendarahan hebat.

Saat ditanya orangtuanya, PK mengaku sedang haid. Oleh orangtua PK, berinisial WT (47), anaknya itu kemudian dibawa ke bidan. Saat dicek, ternyata bidan mengatakan kalau PK barusaja melahirkan.

Orangtua PK pun langsung membawanya ke RS di Sragen untuk mendapatkan penanganan. Bersamaan itu, bayi PK yang dititipkan di rumah neneknya, membuat kaget neneknya.

Sang nenek lantas berteriak sehingga membuat warga berdatangan. Hingga akhirnya kabar PK melahirkan bayi pun beredar luas di masyarakat dan dunia maya. Wardoyo