JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Lokalisasi Gambilangu Alias GBL Resmi Ditutup Mulai Hari ini, Setiap PSK dapat Tali Asih Segini

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Lokalisasi yang terletak di perbatasan Semarang-Kendal yang dikenal dengan sebutan GBL (Gambilangu) rencananya di tutup mulai hari ini. Seluruh aktivitas prostitusi ditutup dengan seremonial dan dipusatkan di area Terminal Mangkang.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Muthohar saat dikonfirmasi wartawan, untuk kegiatan seremoni penutupan tidak jauh beda dengan yang di Sunan Kuning. “Lokalisasi Gambilangu masuk dua wilayah, Kota Semarang dan Kabupaten Kendal,” kata dia.

Dijelaskannya, untuk tali asih, ada perbedaan jumlah yang diterima  pekerja seks komersial (PSK) GBL dengan Sunan Kuning. Di GBL, tiap PSK akan mendapatkan Rp 6 juta, yang bersumber dari anggaran APBN lewat Kemensos. Muthohar juga berharap perbedaan tersebut tidak menjadi persoalan mengingat kemampuan anggaran pemerintah daerah dan pusat juga beda.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Telah Gelar 138.500 Tes Covid-19

Sedangkan, adanya perbedaan besaran tali asih yang diserahkan kepada para WPS saar penutupan di lokalisasi Sunan Kuning, lantaran di Sunan Kuning murni bantuan sosial dari APBD Kota Semarang masing-masing PSK Rp 5 juta. Total ada 448 PSK Sunan Kuning yang menerima tali asih tersebut.
“Jika yang di Sunan Kuning dari APBD Kota Semarang. Ketika sudah dianggarkan APBD maka tidak boleh dobel anggaran,” kata dia.

Baca Juga :  Tangani Covid-19, Gubernur Ganjar Memberi Dukungan dan Spirit untuk Walikota Tegal

Sementara itu, Koordinator GBL Semarang Kaningsih membenarkan ada rencana pembagian tali asih Rp 6 juta untuk 126 anak asuh yang biasa operasional di kawasan Kampung Rowosari Atas. Pencairan dilakukan saat seremoni penutupan besok.

Menurut dia, Kaningsih mengaku siap mengikuti kebijakan kebijakan dari pemerintah. “Kami manut saja, tidak ada masalah. Penutupan ini kan program pemerintah untuk menutup seluruh tempat prostitusi yang ada di Indonesia. Juga termasuk yang di sini,” kata Mami sapaan akrabnya. Satria Utama