JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pilot Garuda Gadungan Coba Tipu Rp 20 Juta, Akhirnya Ketahuan dan Diringkus Polisi

Ilustrasi / tempo.co

TANGERANG, JOGLOSEMARNEWS.COM
Seorang pria bernama Anggian Medy Alfathan ditangkap polisi lantaran menyaru sebagai pilot Garuda. Dia dilaporkan oleh
Muhammad Naufal Nur Shiddiq yang menjadi korban penipuan pelaku.

Pihak PT Garuda Indonesia swndiri memastikan Anggian Medy Alfathan alias AMA adalah pilot Garuda gadungan karena kartu identitasnya palsu.

Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menduga kartu identitas itu dibuat sendiri oleh pelaku.

“Kami pastikan pilot palsu, ID cardnya dipalsukan dan bikin sendiri,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu (20/11/ 2019).

Menurut Ikhsan, petugas Security Garuda Indonesia mengamankan dan menyerahkan pria 23 tahun yang menyaru sebagai pilot Garuda Indonesia itu kepada Polisi.

Baca Juga :  Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Pelaku Alfin Andrian Bawa Pisau dari Rumah, Polisi Sebut Ada Indikasi Rencana Pembunuhan

Pemuda asal Bekasi itu ditangkap saat mengenakan seragam pilot dan ID card palsu.

“Seragam pilot yang dibeli dari pasar bebas,” kata Ikhsan.

Menurut Ikhsan, pelaku melakukan penipuan dengan memalsukan kartu identitas karyawan Garuda Indonesia. Pelaku bahkan mengklaim kenal pejabat di Garuda Indonesia.

“Pelaku juga mengaku dapat membantu para calon pilot untuk dapat bekerja di Garuda Indonesia,” ujarnya.

Garuda Indonesia, kata Ikhsan, akan terus memantau dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum terkait dengan proses hukum yang sedang berlangsung.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Alexander Yuriko mengungkapkan Anggian melakukan penipuan di Bandara Soekarno-Hatta dengan menyaru sebagai pilot maskapai penerbangan pelat merah itu.

Baca Juga :  252 Pegawai Kementerian Kesehatan Positif Covid-19, Tertinggi dari Klaster Perkantoran. Ini Kata Kemenkes: Kemungkinan Tertular di Kantor Kecil

Anggian ditangkap setelah dilaporkan oleh korbannya, Muhammad Naufal Nur Shiddiq, karena curiga dengan gelagat pelaku.

“Korban meminta kepada tersangka untuk dipekerjakan sebagai pilot di perusahaan PT. Lion Group dengan membayar Rp 20 juta,” kata Alexander.

Penipuan pilot Garuda gadungan itu terjadi setelah Anggian dan Naufal berkenalan pada 5 November 2019. Naufal bercerita ingin menjadi pilot di Lion Air.

Anggian mengaku bisa membantu Naufal menjadi pilot dengan uang pelicin Rp 20 juta.

Belakangan Naufal curiga dan mengecek status pekerjaan Anggian di PT Garuda Indonesia.

“Korban mendapatkan informasi dari manajemen PT. Garuda Indonesia tidak ada karyawan yang bernama tersebut,” kata Alexander.

www.tempo.co