loading...
Loading...
Ketua PMI Sragen yang baru, dr Ismail (dua dari kiri) bersama jajaran wakil ketua usai pengukuhan kepengurusan Rabu (6/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pucuk pimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen resmi berganti. Pemilik RS Assalam Gemolong, Dr Ismail didaulat memimpin PMI menggantikan ketua lama, Suwarno yang kini duduk di kursi Wakil Ketua.

Suksesi tampuk pimpinan PMI Sragen itu ditandai dengan pengukuhan dan pelantikan kepengurusan yang digelar di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Rabu (6/11/2019).

Pelantikan dilakukan oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dihadiri jajaran pengurus dan pejabat Pemkab Sragen.

Seusai pengukuhan, Bupati Yuni berharap kehadiran PMI bisa makin memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Ia juga mendorong dan mendukung agar PMI bisa segera membangun gedung baru yang sudah direncanakan oleh pengurus demi optimalisasi pelayanan.

Sementara, Ketua PMI yang baru, Dr Ismail mengatakan selama ini keberadaan PMI sudah mampu mencukupi kebutuhan darah, termasuk di wilayah Sragen Barat yang ditopang oleh dua unit tranfusi darah di Sragen dan Gemolong.

Ia menggambarkan dulu ketika hanya punya unit tranfusi di Sragen, pelayanan kebutuhan darah dari rumah sakit di Gemolong agak terkendala lantaran harus mengambil ke Sragen.

Baca Juga :  Bagi 1.000 Stiker Anti Korupsi, Kajari Sragen Ajak Masyarakat Mau Lapor dan Stop Membiasakan Beri Pungli! 

“Padahal kalau penanganan pasien perdarahan itu, sangat-sangat emergency. Setengah jam harus ada darah. Kalau harus ke Sragen kan terlalu jauh,” paparnya.

Dengan adanya unit tranfusi di Gemolong, juga menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI) yang diakibatkan perdarahan.

Ia mengatakan ke depan akan meningkatkan sinergitas sehingga lebih bagus lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara, Wakil Ketua PMI yang juga mantan ketua sebelumnya, Suwarno menyampaikan PMI memang sudah merencanakan membangun gedung baru empat lantai.

Lokasinya di tanah milik Pemkab di sebelah barat Pom bensin SI atau barat RSUD Sragen. Wacana pembangunan gedung baru itu dinilai urgen untuk mengantisipasi perkembangan yang begitu cepat.

“Lokasinya di barat Pom bensin SI. Luasnya 1000 meter persegi direncanakan empat lantai dan dibangun bertahap selama empat tahun. Dananya butuh sekitar Rp 12,5 miliar, ini masih klumpuk-klumpuk dulu. Baru ada Rp 1 miliaran,” tuturnya.

Baca Juga :  Kabar Terbaru Nasib Pemberkasan Honorer K2 yang Lolos PPPK atau P3K. Begini Pernyataan Bupati Sragen! 

Meski butuh dana besar, menurutnya bukan alasan untuk mengendurkan semangat membangun gedung baru. Sebab tuntutan pelayanan PMI ke depan akan makin tinggi.

Jika takut dengan anggaran, menurutnya tak akan maju-maju. Selama ini, pengeluaran PMI Sragen perbulan sudah mencapai Rp 1 miliar. Sehingga ia optimistis, rencana pembangunan gedung baru itu akan bisa direalisasikan.

Sementara, jumlah pengurus yang dilantik ada sekitar 14 orang. Di jajaran wakil ketua, selain Suwarno, juga ada Bambang Mulyanto dan Darmawan. Wardoyo

Loading...