JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Setelah Sebulan Hilang, Pendaki Gunung Dempo Ditemukan Tewas

Foto udara Gunung Dempo yang sempat terbakar di Pagar Alam, Sumatera Selatan (18/9/2015) / tempo.co

PAGARALAM, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah hilang selama satu bulan, dua dari tiga orang pendaki Gunung Dempo di Pagar Alam, Sumatera Selatan berhasil ditemukan, namun dalam keadaan tak bernyawa lagi.

Korban ditemukan oleh tim pencari gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, Wanadri dan elemen pecinta alam.

Tim berhasil  menemukan satu dari tiga pendaki Gunung Dempo yang hilang di Pagaralam, Sumatera Selatan, Sabtu (2/11/2019) pukul 17.30 WIB.

“Korban ditemukan di sekitar kawah Gunung Dempo bagian timur dalam keadaan tidak bernyawa,” kata anggota Tim Pencari Gabungan, Ari Affandi, dalam keterangan tertulis Minggu (3/11/2019).

Baca Juga :  Gadis Belia di Palembang ini Dituding Jadi Pelakor, Dikeroyok 4 Orang hingga Disilet

Ari menuturkan korban pertama ditemukan pada 30 meter dari puncak Gunung  Dempo. Saat ini, Tim Pencari Gabungan tengah melakukan evakuasi korban ke posko penyelamatan.

 

Ari menuturkan korban pertama bisa ditemukan bermula dari kecurigaan tim pencari setelah melihat adanya gundukan benda besar berwarna biru melalui teropong.

Saat mendatangi lokasi yang dicurigai, tim pun menemukan sejumlah jejak kaki pada tanah yang terperosok di sekitar puncak. Tim menyusuri bekas perosokan tanah yang menjadi indikasi tempat terjatuhnya korban.

 

“Tim SRU I yakni Indra dan Wahyudi memutuskan untuk menyisir jejak kaki ke arah kawah. Setelah itu mereka menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” ujar Ari.

Baca Juga :  Bantuan Kuota Internet Tak Bedakan Status Sekolah Negeri atau Swasta, Mendikbud: Ini Bantuan untuk Semua

Ari mengimbuhkan tim pencari juga telah menemukan korban kedua yang tersesat. Namun, ia belum mengetahui kondisi detail korban kedua tersebut. “Korban kedua ditemukan pada pukul 10.30. Nanti akan dirilis oleh tim,” imbuh Ari.

Pencarian tiga pendaki yang hilang Gunung Dempo sebenarnya sudah ditutup sejak 15 Oktober 2019 lalu lantaran telah melewati batas waktu 10 hari. Namun, operasi pencarian dilanjutkan karena Tim Pencari Gabungan menemukan bukti baru sekaligus tanda-tanda yang menunjukkan pergerakan korban.

www.tempo.co