loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana belajar ekstrakurikuler Jurnalistik siswa kelas 5 SD Kemasan 2 Surakarta, Rabu (13/11/2019) kemarin berlangsung sangat cair.

Saat itu, anak-anak diajak menonton film pendek hasil karya mereka sendiri, yang dibuat seminggu sebelumnya. Tak jarang terdengar teriakan dan sorak sorai ketika melihat wajah rekan-rekan mereka tampil di layar LCD.

Film pendek berdurasi sekitar 20 menit itu mengusung tema kebersihan lingkungan. Film tersebut diangkat dari salah satu cerpen karya siswa, Syafira Octaviani berjudul Pasukan Semut.

Cerita tersebut mengisahkan anak-anak yang melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Sikap gotong royong antar para siswa tersebut diibaratkan sebagai Pasukan Semut.

Anak-anak membersihkan sampah, kemudian memasukkannya ke tempat sampah sesuai jenisnya. Sampah organik masuk ke bak sampah organik, sampah non organik masuk ke bak sampah non organik.

Baca Juga :  USBN Bakal Dikembalikan ke Sekolah, Nadiem: Tidak Dipaksakan

Namun, ada salah satu siswa, Iqbal yang mengambil api dari kantin sekolah. Sembari berlari kencang agar api tidak padam, dia berusaha membakar sampah yang terkumpul di tepi halaman.

Sontak, siswa yang lain pun lari ketakutan. Ibu Guru kelas pun turun tangan dan menasehati Iqbal untuk tidak membakar sampah. Membakar sampah adalah tindakan yang berbahaya, karena bisa mengakibatkan kebakaran.

Iqbal pun minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Usai pemutaran film, guru ekstrakurikuler jurnalistik, Didik Kartika memberikan apresiasi kepada para siswa yang dapat memainkan peran dalam film tersebut dengan baik.

“Meski baru pertama kali di depan kamera, namun kalian cukup berani berekspresi,” ujar Didik.

Dikatakan Didik, proses pengambilan gambar hingga finishing dilakukan oleh tim 8Aksara, yakni lembaga yang bergerak di bidang literasi.

Baca Juga :  SDIT Nur Hidayah Gelar Pesta Siaga

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Kemasan 2 Surakarta, Sri Yanti, SPd memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih telah merangsang anak-anak untuk berani berekspresi.

Diakui bahwa itu merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak, termasuk bagi sekolah tersebut. Yanti mengatakan, di sekolah tersebut, kegiatan ekstra jurnalistik memang  dijadikan sebagai salah satu unggulan.

“Selain pengembangannya dalam bentuk film ini, karya anak-anak untuk tahun lalu berupa buku,” ujarnya. suhamdani

Loading...