
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilaya Soloraya bersama 12 instansi dan Ormas lainnya kembali berpartisipasi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Solo, Senin -Jumat (13-17/7) di bawah koordinasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surakarta. Pada tahun ini, sebanyak 10 relawan Mafindo diterjunkan sebagai pemateri dengan mengusung tema besar tentang keberagaman, toleransi, dan antiperundungan.
Keterlibatan ini menandai tahun kelima berturut-turut Mafindo Soloraya mendukung pelaksanaan MPLS yang dikoordinasikan oleh Bakesbangpol Kota Surakarta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, saling menghormati, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta bebas dari perundungan sejak awal peserta didik memasuki jenjang pendidikan baru.
Pada pelaksanaan tahun ini, relawan Mafindo mengunjungi 10 sekolah tingkat menengah pertama dan menengah atas di wilayah Solo dan sekitarnya. Melalui sesi interaktif, diskusi dan tanya jawab para siswa diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial, sekaligus mengenali bentuk-bentuk perundungan (bullying) serta cara mencegah dan melaporkannya.
“Kolaborasi antara Bakesbangpol, Mafindo bersama 12 instansi dan Ormas dalam MPLS menjadi langkah strategis untuk membangun karakter pelajar yang inklusif dan berempati. Kami berharap materi tentang keberagaman, toleransi, dan antiperundungan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam berinteraksi di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Erwina, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Mafindo Soloraya dalam rilisnya, Jumat (17/7).

Secara keseluruhan, dalam rangkaian kegiatan ini Mafindo Soloraya menjangkau sekurangnya 1.450 peserta didik baru. Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman terkait perundungan serta tantangan hidup berdampingan di tengah keberagaman.
Melalui program ini, Mafindo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan literasi sosial dan budaya di kalangan generasi muda. Bersama Bakesbangpol Kota Surakarta, Mafindo berharap sekolah dapat menjadi ruang belajar yang menghargai perbedaan, menumbuhkan toleransi, dan bebas dari aksi perundungan.
Adapun ke-10 relawan yang diturunkan untuk menjadi pemateri Adalah: Noer Atmaja, Dwi Suciningtyas, Erwina Tri S, Arya Budi Sutopo, Prihandoko Setiawan, Cosmas Gunharjo, Hasbullah Azis dan Sholahuddin, Vika Klareta dan Guntur Wahyu Nugroho, dengan sekolah sasaran masing-masing adalah: SMP Negeri 2, SMP Negeri 6, SMP Negeri 9, SMP Negeri 15, SMP Budi Utomo, SMP PL Bintang Laut, SMA Al-Boarding School, SMAS Al-Azhar Syifa Budi, SMA Regina Pacis Usulin dan SMA Pangudi Luhur Santo Yosef.
Ali
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













