JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Status Gunung Anak Krakatau Waspada

Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Anak Gunung Krakatau mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau 1.157 meter di atas permukaan laut.

Demikian hasil pengamatan oleh Pusat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak Senin (30/12/2019) hingga Selasa (31/12/2019).

Terkait dengan kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan Gunung Anak Krakatau saat ini dalam status level II atau Waspada.

“Rekomendasi masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo dalam keterangannya, Selasa (31/12/2019).

BNPB mengimbau wisatawan yang akan berlibur ke pantai sekitar Banten dan Lampung untuk mematuhi anjuran PVMBG. Wilayah sekitar pantai yang berjarak lebih dari 2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau dinyatakan aman untuk dikunjungi.

“Tetap harus waspada dan mengikuti informasi dari PVMBG, BMKG, BPBD dan BNPB,” katanya.

Menurut Agus, Bupati Pandeglang dan Serang sudah menginformasikan hal ini kepada media agar diketahui oleh masyarakat luas.

Adapun seluruh jajaran seperti BPBD, Camat, Kepala Desa, Lurah, dan petugas lapangan diminta selalu siaga.

“Disiagakan Pos Lapangan Kabupaten Serang di Pantai Anyer, Pos Lapangan Kabupaten Pandeglang di Shelter Labuan, dan Pos Lapangan Kabupaten Lebak di Pantai Bagedur,” ucap dia.

Agus menuturkan BMKG sudah mengoperasikan 12 sensor seismik di Selat Sunda untuk mempercepat info gempa dan peringatan tsunami.

Ada pula empat radar tsunami dan tujuh water level untuk deteksi tsunami, selain itu ditambah delapan tide gauge oleh BIG, dua waterlevel ISDL oleh KKP dan satu Buoy oleh BPPT.

“Untuk setingkat kawasan lokal Selat Sunda, sistem mitigasi yang dibangun ini adalah yang paling lengkap, tidak saja di Indonesia, tetapi bahkan dunia,” katanya.

www.tempo.co

Baca Juga :  Jadikan Hotel Ruang Karantina Mandiri Pasien OTG, Kemenparekraf Anggarkan Dana Rp100 M. Pasien akan Diisolasi 14 Hari di Hotel Bintang Tiga, Dapat Fasilitas Makan hingga Laundry