JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fenomena Tanah Bergerak di Bukit Ngledok Sambirejo Sragen. Satu Rumah Ambrol, 5 Warga Sekeluarga Terpaksa Mengungsi

Warga dan tim PMI serta relawan lainnya saat bergotong royong mengevakuasi bangunan rumah warga Ngledok, Jetis, Sambirejo yang ambrol, Rabu (18/12/2019). Foto/Wardoyo
Warga dan tim PMI serta relawan lainnya saat bergotong royong mengevakuasi bangunan rumah warga Ngledok, Jetis, Sambirejo yang ambrol, Rabu (18/12/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Hujan deras yang mengguyur Selasa (17/12/2019) petang, mengakibatkan pergerakan tanah di Dukuh Ngledok, Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Satu rumah warga ambrol diterjang longsoran tanah akibat gerakan tanah tersebut. Rumah yang longsor itu milik Suparno (43) warga Dukuh Ngledok RT 21, Desa Jetis, Sambirejo, Sragen.

Data yang dihimpun, insiden longsor terjadi pukul 17.30 WIB. Bermula ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Saat hujan mereda, mendadak tanah di sekitar rumah korban bergerak. Sejurus kemudian, longsor terjadi dan material menerjang rumah korban.

Baca Juga :  Tambah 3 Lagi Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Mencapai 368. Dua Pasien Terlacak Perjalanan dari Solo dan Boyolali, Satunya Remaja Usia 14 Tahun

Akibatnya, rumah korban rusak berat dan tak bisa dihuni. Sekda Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan laporan musibah tanah ambrol menerjang satu rumah di Jetis, Sambirejo itu.

Menurutnya, tim sudah langsung mengecek lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

“Sudah diberikan bantuan tanggap darurat. Untuk evakuasi reruntuhan dan material longsoran sudah dilakukan gotong royong,” terangnya Rabu (18/12/2019).

Terpisah, Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi mengatakan sesaat setelah menerima laporan, tim langsung terjun ke lapangan untuk melakukan assesment dan backup medis.

Baca Juga :  Kasat Lantas Sragen Resmi Berganti. Masih Muda AKP Ilham Dipesan Bisa Makin Tekan Angka Kecelakaan, AKP Sugiyanto Sukses Turunkan Peringkat Laka dari 2 Tertinggi di Jateng ke Posisi 13

Dari tinjauan di lapangan, rumah korban rusak berat dan tak bisa dihuni. Rumah berisi lima jiwa yakni Ny Badriyah (38), Nadiatus Solihatu Reina (9), Bayu Lintang Alfarizi (10 bulan) dan Ny Sainem (62) dan Suparno (43).

“Tadi sudah dilaksanakan kerjabakti untuk membongkar rumah yang sudah mengalami kerusakan. Karena menimbulkan resiko bila ada pergerakan tanah susulan dikarenakan lokasi di perbukitan dan mulai musim penghujan rumah untuk di relokasi ke lokasi yang aman. Untuk sementara penghuni rumah diungsikan ke rumah tetangga,” terangnya. Wardoyo