JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Sadis, Bocah Perempuan Asal Pracimantoro Wonogiri Diduga Dianiaya Ayah Tirinya di Solo, Gara-gara Ini


Korban penganiayaan
Pendampingan korban penganiayaan di rumah neneknya di Pracimantoro Wonogiri. Dok. Kodim 0728

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Nasib malang dialami APP (8) seorang gadis kecil siswi kelas 2 SD  asal Kecamatan Pracimantoro, Wonpgiri. Dia diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya sendiri.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di Solo. Yang pasti, APP harus menderita sejumlah luka di bagian tubuhnya.

Informasi yang dihimpun, selama ini, korban tinggal bersama kakek dan neneknya di Pracimantoro.

Awal kejadian, pada Sabtu (14/12) lalu korban dijemput ibu kandungnya berinisial menuju rumah ayah tirinya di Solo. Sampai di solo ada dugaan korban diajak ayah tirinya membeli sesuatu, namun ditolak oleh korban.

Baca Juga :  TMMD Reguler ke 110 di Dusun Gemawang Desa Brenggolo Kecamatan Jatiroto Wonogiri Dimulai, Puluhan Proyek Fisik dan Non Fisik Dikebut Totalitas Warga Diapresiasi

Penolakan itu justru disinyalir membuat marah si ayah tiri. Diduga korban dipukul dan ditendang mengenai beberapa bagian badannya.

Kemudian ada warga menelepon kakek dan nenek korban. Mendapat kabar itu, APP dijemput dan dibawa ke Pracimantoro. Sementara si ayah tiri tidak diketahui keberadaannya.

Camat Pracimantoro, Warsito, Rabu (18/12/2019), menyebutkan, mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama petugas medis langsung mendatangi rumah korban untuk melakukan pemeriksaan. Langkah itu didampingi anggota TNI dan polisi.

“Berdasarkan pemeriksaan oleh dokter, korban mengalami hematoma pada bagian kiri atas dada, pelipis kanan bawah mata lebam, panggul kiri, paha kiri dan kaki kiri,”  kata dia.

Baca Juga :  Pekerjaan yang Telah Punah, Pembuat Garam di Pantai Selatan Paranggupito Wonogiri Pernah Dilakukan Masyarakat Kecamatan Pracimantoro Paranggupito Giritontro dan Giriwoyo. Punah Gegara Kandungan Yodium Kurang Bagus dan Waktu Pembuatannya Lama

Menurut Camat, peristiwa itu terjadi diduga di rumah ayah tiri korban di Solo. Selama ini ibu dan korban serta keluarganya berdomisili di Kecamatan Pracimantoro.

Pihaknya sangat menyayangkan peristiwa yang menimpa bocah tersebut. Camat berujar, korban tergolong cerdas, setiap pertanyaan yang dilontarkan langsung dijawab tegas.

“Informasinya korban dibawa ke Solo lagi. Mungkin untuk melengkapi bahan laporan pemeriksaan kepolisian,” ujar dia. Aria