JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ini Tips Menghadapi Debt Collector dengan Santun Saat dari Polri

Tips dari Polri cara hadapi debt collector dengan santun. instagram.com/divisihumaspolri via Tribunjogja
loading...
Loading...
Tips dari Polri cara hadapi debt collector dengan santun. instagram.com/divisihumaspolri via Tribunjogja

JOGLOSEMARNEWS.COM – Transaksi jual beli biasanya dilakukan secara tunai maupun kredit. Khusus untuk kredit tidak hanya untuk keperluan pembayaran namun juga untuk pinjaman.

Saat jatuh tempo pembayaran kredit atau mencicil, nasabah kerap lupa melakukan pembayaran, bisa disengaja maupun tidak sengaja.

Agar tak terjadi kredit macet, debt collector atau penagih utang akan datang menghampiri nasabah dan meminta untuk segera dilakukan pembayaran.

Mengingat ini berkaitan dengan kewajiban bayar, pendekatan kekeluargaan hingga menggunakan fisik tak jarang harus dilakukan.

Supaya tidak terjadi gesekan antara nasabah dan debt collector, yang dapat mengarah ke perbuatan yang tidak diinginkan serta kriminal.

Humas Polisi Republik Indonesia (Polri) merilis video singkat tips menghadapi debt collector dengan santun dan sesuai aturan.

Pada video yang diunggah pada Rabu (4/12/2019) ini terdapat empat tips yang dibagikan.

Dikutip dari Tribunjogja.com berikut tips selengkapnya:

1. Tanyakan identitas

Jika ada debt collector yang datang menemui Anda, tanyakan identitas yang bersangkutan secara kekeluargaan.

Identitas ini bisa berupa kartu pegawai atau kartu identitas lainnya.

2. Tanyakan kartu sertifikasi profesi

Apabila seorang debt collector hendak mengambil kendaraan Anda atau menagih pembayaran, silakan tanyakan kartu sertifikasi profesi yang bersangkutan.

Pastikan dia memiliki surat izin menagih dari APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia).

3. Tanyakan surat kuasa

Seseorang bisa saja mengaku-aku sebagai debt collector dan menagih kewajiban bayar kredit Anda,

untuk itu penting adanya menanyakan surat kuasa dari pihak finance tempat Anda mengajukan kredit.

Jika tidak ada, maka Anda berhak untuk merasa curiga.

4. Harus ada sertifikat jaminan Fidusia

Fidusia merupakan pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan

bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.

Jika terjadi kredit macet, debt collector wajib dibekali sertifikat jaminan Fidusia, dengan begitu eksekusi dapat dijalankan.

Apabila tidam bisa menunjukkan, maka Anda berhak menolaknya.

Humas Polri menyebutkan di akhir video, apabila pihak debt collector tidak mampu menunjukkan keempat hal tersebut,

dan tetap terjadi pemaksaan, Anda berhak untuk meminta tolong pada aparat kepolisian terdekat.

www.tribunnews.com

Baca Juga :  Roy Suryo Duga Sunda Empire Ubah Sejarah PBB. Didirikan di Gedung Isola Lembang Bandung, Diubah Sehari Setelah Raden Rangga Sasana Tampil di ILC
Loading...