JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Memilukan, Rumahnya Berhadapan, 2 Jenasah Bocah Korban Galian C Maut di Gondang Dimandikan Secara Bergantian di Tengah Guyuran Hujan

Prosesi pemandian dua jenasah bocah korban kubangan galian C maut di Kaliwedi, Gondang yang dilakukan bergantian di tengah guyuran hujan. Foto/Wardoyo
Prosesi pemandian dua jenasah bocah korban kubangan galian C maut di Kaliwedi, Gondang yang dilakukan bergantian di tengah guyuran hujan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Tragedi tewasnya dua orang bocah asal Desa Kaliwedi, Gondang, Sragen di kubangan bekas galian C di wilayah Dukuh Bodean, Kaliwedi, Gondang, Senin (16/12/2019) siang menyisakan cerita memilukan.

Kedua bocah sepermainan itu ternyata tinggal di rumah yang saling berhadapan. Momen haru pun muncul ketika jenasah Brian Yoga Saputra (10) dan Muhammad Ramadhan Api Saputra (8) itu hendak dimandikan.

Karena ada dua rumah yang berduka, warga pun berbagi dan bergantian menyampaikan belasungkawa. Kemudian, prosesi memandikan pun juga digelar bergantian.

Selama prosesi pemandian hingga menuju pemakaman, hujan deras terus mengguyur. Sehingga para petakziah dan warga yang memandikan harus membawa payung untuk menutupi jenasah.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM di rumah duka, jenasah Yoga yang duduk di kelas IV dan tinggal di selatan jalan, dimandikan terlebih dahulu. Setelah selesai, baru jenasah Ramadhan yang duduk di kelas II dan tinggal di utara jalan, gantian dimandikan.

Baca Juga :  Barusaja Masuk Zona Oranye, Kasus Covid-19 Langsung Meledak Lagi Tambah 24 Warga Positif Hari Ini. Tersebar di 12 Kecamatan, Total Kasus Meroket Jadi 511, Warga Meninggal Sudah 68

Isak tangis dan suasana duka menghiasi dua rumah tersebut. Tampak Kades Kaliwedi, Daryono, perangkat desa hingga warga menunggui semua proses pemandian hingga menuju pemakaman.

“Siapa nggak sedih Mas. Sekali dua korban, dan masih anak-anak lagi,” ujar Kades Daryono ditemui di rumah duka.

Kesedihan juga menghiasi roman kedua orangtua Yoga, Ngadiman (36)- Partini (38) serta Sarjono (36) – Karmi (37), orangtua Ramadhan. Yoga merupakan anak sulung dari Ngadiman dan Partini. Sedang Ramadahan adalah anak kedua dari Sarjono-Karmi.

“Barusaja dimakamkan sekitar pukul 19.00 WIB,” tutur Joko Susilo (44), perangkat desa setempat.

Kedua siswa SDN Plosorejo 2 asal Dukuh Bodean RT 6, Desa Kaliwedi, Gondang, itu ditemukan tewas mengenaskan tenggelam di dalam kubangan sedalam 2,5 meter di lokasi kubangan bekas galian C.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian bermula ketika kedua korban dan temannya, Alvin, tengah bermain di sekitar kubangan galian C yang ada di dekat permukiman Dukuh Bodean itu.

Baca Juga :  Duh Gusti, Guru SMPN Mondokan Asal Sragen Tertangkap Razia Satpol PP di Karangmalang. Total 46 Pelanggar Masker Akan Dilaporkan ke Gubernur, 30 Orang Harus Bayar Rp 50.000

Saat bermain, kedua korban mendadak tergoda untuk mandi melihat ada kubangan berisi air agak jernih. Nahas, rupanya kubangan itu ternyata berkedalaman 2,5 meter.

Begitu masuk untuk mandi, kedua bocah itu langsung hilang dari permukaan. Melihat kedua temannya hilang, Alvin, yang belum sempat menceburkan ke kubangan, sempat berusaha menolong.

Namun, ternyata kubangan berlumpur dan dalam sehingga ia memutuskan pulang melaporkan kejadian itu ke orangtua korban.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Harno mengatakan kedua bocah itu tewas akibat tenggelam di kubangan galian C di desa setempat. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Wardoyo