loading...
Loading...
Ketua MPR Bambang Soesatyo menerima penghargaan tokoh demokrasi Moeslim Choice di Gedung Kesenian Jakarta (12/12/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku diminta mengalah dalam Munas Partai Golkar 2019 yang lalu. Ia pun menganggap, Ketua Umum Golkar bukanlah takdirnya.

Bamsoet mengatakan hal itu dalam sambutannya ketika menerima penghargaan tokoh demokrasi Moeslim Choice yang diselenggarakan Majalah Moeslim Choice.

“Saya menjalani hidup ini mengalir saja seperti air. Karena saya yakin kita semua yang ada di ruangan ini maupun yang ada di luar sudah memiliki takdir masing-masing. Makanya ketika kemarin saya diminta untuk mengalah, mungkin ini bukan takdir saya,” kata Bamsoet di acara yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga :  ICW Sebut KPK Era Firli Berjalan Sangat Lambat

Bamsoet mengatakan Partai Golkar turut dibesarkan politikus senior Golkar Jusuf Kalla atau JK. Ia mengaku sayang kalau tidak memberikan kontribusi bagi keutuhan partai.

“Saya memiliki pengalaman Munas Ancol dan Munas Bali, dan saya tak ingin itu terulang kembali. Kira-kira itu saja yang ingin saya sampaikan dan kita hidup punya takdir masing-masing, jangan dipaksakan,” ucapnya.

Selain Bamsoet, tokoh lainnya yang menerima penghargaan di kategori serupa adalah Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, anggota DPR Meutya Hafid, dan anggota DPD Jialyka Maharani.

Baca Juga :  Terjebak di Kota Wuhan, 243 WNI Terancam Virus Corona

www.tempo.co

Loading...