JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menristek Minta, Penelitian dengan Dana APBN Bermanfaat bagi Rakyat

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan tugas BRIN di Gedung BPPT II, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019) / tempo.co

BANDUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para peneliti yang mendapatkan dana dari APBN, diharapkan menelorkan hasil penelitian yang bermanfaat bagimasyarakat banyak.

Dengan kata lain, tidak hanya meneliti karena didorong oleh sebuah hobi.  Hal itu dikatakan oleh MenteriRiset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN) Bambang Brodjonegoro.

Permintaan itu, kata Bambang, sesuai keinginan Presiden Joko Widodo.

“Tidak sekadar hasil riset individual tapi yang bermanfaat buat bangsa,” ujarnya di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (12/12/2019).

Baca Juga :  Kapasitas Penumpang Pesawat Dinaikkan, Ini Aturan Baru yang Harus Dipahami

Selain itu, Bambang juga meminta peneliti tidak lagi hidup di menara gading melainkan berinteraksi dengan pengusaha.

“Inovasi sangat dibutuhkan ekonomi Indonesia,” kata ekonom dari Universitas Indonesia itu.

Bambang mengatakan jumlah peneliti terbanyak berasal dari perguruan tinggi negeri, khususnya perguruan tinggi negeri berbadan hukum(PTNBH) yang kini berjumlah 11 universitas dan institut.  Menurutnya, peneliti yang menjadi inovator adalahpencipta budaya.

Menristek juga meminta para peneliti di lembaga pemerintah, kementerian, serta di perguruan tinggi untuk berkolaborasi dan bersinergi.Badan Riset dan Inovasi Nasional akan melakukan koordinasi dan mencegahduplikasi riset.

Baca Juga :  Terbaru, Naik Pesawat Wajib PCR dan Vaksin Lengkap!

“Dan mendorong hilirisasi dari riset menjadi inovasi,” ujarnya.

Mulai 2020 BRIN akan mengintegrasikan semua riset termasuk yang dilakukan perusahaan swasta dan masyarakat. Sebuah produk misalnya benih padiunggul bisa diteliti bersama. Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) misalnyadengan pendekatan nuklir, akan berbeda dengan cara Balai Penelitian danPengembangan Pertanian atau Institut Pertanian Bogor.

“Yang penting produknya keluar,” kata Bambang.
Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua